oleh

10 Tahun Lumpuh, Ibu dan Anak Ini Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

BELAWANSepuluh tahun hidup dibawah garis kemiskinan dan tinggal di dalam gubuk reot yang hanya berdindingkan tepas dan berlantaikan papan, kini wanita uzur itu hanya bisa terbaring lemah dilantai rumahnya dengan beralaskan matras motif kotak-kotak.

Ibu Fatimah (65),warga Gang Mesjid, Lingkungan 7, Kecamatan Labuhan Deli,  itu tinggal bersama anaknya Halimahtun (45), keduanya dalam kondisi lumpuh dan sangat memprihatinkan.

Awalnya ibu dan anak ini lumpuh karena terkena sakit demam dan panas tinggi, tak diduga, tiba-tiba ibu dan anak ini mengalami kelumpuhan selama 10 tahun dan hingga sampai saat ini tak kunjung sembuh.

Ketika wartawan, Jumat (06/09/2019), menyambangi kediaman ibu Fatimah, sontak awak media ini disuguhkan dengan pemandangan yang sangat memilukan, digubuk reot itu tampak kondisi ibu dan anak tersebut terkulai lemas dalam posisi terbaring di lantai rumahnya.

BACA JUGA:  Luncurkan Mobil Pelayanan, Nunik Harap Bisa Melayani Masyarakat Lamtim

Menurut Hamnah (41) Salah seorang anak dari ibu Fatima mengatakan bahwa penyakit yang di derita ibu Fatimah dan kakanya Halimatun berawal dari demam panas. 

“Karna ekonomi yang serba kekurangan maka kami berobat dengan sekemampuan kami saja. Demam tinggi yang di derita ibu saya tak kunjung sebuh hingga membuat kelumpuhan yang di derita hingga sekarang ini,” ungkap Hamnah.

Sambung Hamnah menerangkan, begitu juga dengan Halimatun, kakanya itu juga mengalami kelumpuhan akibat menderita demam tinggi hingga akhirnya Halimatun mengalami lumpuh dan tak dapat melakukan aktivitas sehari-hari.

“Kakak saya juga mengalami kelumpuhan akibat menderita demam tinggi hingga akhirnya Halimatun mengalami lumpuh dan tak dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Anehnya peristiwa itu sama persis dengan yang di alami oleh ibu saya (Fatimah),” tutur Hamnah dengan mata berkaca-kaca.

BACA JUGA:  Polres Nias Selatan Menggelar Upacara Pasukan Operasi Patuh Toba 2018

Dia berharap adanya perhatian dari pemerintah serta bantuan dari pihak dermawan yang terketuk hatinya untuk membantu merigankan mengurangi bebannya.

“Semoga adanya perhatian serta bantuan dari Pemerintah Kota Medan maupun dari dermawan untuk dapat mengurangi beban yang kami derita. Apalagi kondisi orang tua dan kakak saya dalam kondisi lumpuh sudah berlangsung selama 10 tahun, belum lagi jika air pasang datang setiap hari hingga berendam rumah kami. Jika tidak ada perhatian dari Pemko Medan kami pasrah dengan ke adaan ini,” ucapnya dengan wajah memelas.(MP/Hen)

Komentar

Berita Populer