oleh

4G : Pemimpin Daerah Pulau Nias Harus Berjiwa Milenial

MEDAN – Guna memajukan pulau Nias dan siap bersaing dengan daerah-daerah lainnya, maka perlu pemimpin daerah yang berjiwa milenial.

Hal tersebut dikatakan pemuda asal Nias Rendi Gulo yang berpenduduk di kota medan mengatakan pemimpin daerah harus benar – benar berjiwa milenial. Pasalnya, era digital saat ini sangat – sangat pesat di kalangan masyarakat. Sehingga bila kepala daerah tidak mengikutinya akan ketinggal jaman.

“Diera digital ini, kepala daerah harus menyesuaikan diri atau mengikuti jaman. Jangan masih memelihara jaman – jaman lawas,”ujar Rendi gulo kepada wartawan saat melakukan pertemuan empat pemuda Nias bermarga Gulo (4G) di cafe Pujasera, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (21/03/2020).

Menurutnya, kepala daerah masih belum memahami bagaimana cara mengurangi angka pengangguran di pulau Nias tersebut. Padahal, disekitar dan di genggaman telah menciptakan lowongan pekerjaan.

“Coba melirik daerah-daerah lainnya seperti di Jogja. Anak muda dan bahkan orang tua saja bisa menciptakan pekerjaan dengan menggunakan handphone. Mereka itu berkarya sesuai dengan basic masing-masing. Bagaimana caranya, ya tentu dengan membuat channel youtube serta mengupload video-video sesuai keahlian masing-masing di channel youtube tersebut dan kemudian di monetisasi,”katanya.

Dengan melakukan hal demikian, masyarakat nias juga bisa melakukannya dan bisa terbantu masalah ekonomi sehar-hari. Salah satunya dengan membuat video-video adat-adat nias, memvideokan wisata serta hasil bumi yang ada di pulau Nias, kuliner dan sebagainya.

Baca Juga :  Kapolres Belawan Sertijab Kasat Narkoba dan Kapolsek Medan Labuhan

“Nah, intinya jadikan hobby itu sebagai sumber rejeki. Mari, dan mulailah untuk berani merubah diri masing-masing,”katanya.

Untuk itu, lanjut pria berbadan tambun ini, kepala daerah pulau nias harus memberikan masukan dan mencari cara agar pemuda-pemudi nias bisa menciptakan pekerjaan sendiri.

“Membuat channel youtube memang benar-benar menjanjikan. Coba lihat Atta Halilintar, hanya dengan channel youtube bisa gajian miliaran rupiah setiap bulannya,”tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPD GMNI Sumatera Utara, Paulus PG mengatakan pemerintah di kalangan kepulauan Nias harus bisa membuat suatu gebrakan baru dalam pembangunan SDM ataupun SDA yang cukup dengan potensi pemuda yang ada, sehingga kepulauan nias tidak jauh tertinggal dari daerah lain.

“Sementara itu dengan mengambil kebijakan yang memang betul – betul pro terhadap rakyat mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup dan mampu merubah pola ekonomi yang dimana seperti yang di dengungan oleh bapak Proklamator kemerdekaan Indonesia, yaitu ekonomi kerakyatan. Dan semua juga Masyarakat hingga peran pemuda dibutuhkan peran nya juga dalam mengawasi pekerjaan dari pemerintahan kepulauan Nias tersebut,”tegasnya.

Hal yang sama dikatakan seorang pengacara muda Three One Gulo, SH mengatakan membangun pulau nias diera perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat. Ini juga membutuhkan sumber daya manusia berkualitas unggul dan berdaya saing tinggi, dengan segala potensi yang dibekali pemahaman ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan dan potensi diri sebagai softskill yang mempuni.

Baca Juga :  Duh! Diduga Pungli Sertifikat Prona Berjamaah di Kecamatan Raman Utara

Namun hingga saat ini perubahan tatanan kehidupan dalam membangun SDM untuk masyarakat pulau nias utamanya pemuda atau generasi muda sebagai pondasi merubah masa depan pulau Nias masih sangat rentan disebabkan kepala daerah tidak paham kondisi mencekram di era teknologi saat ini.

“Akhirnya masyarakat terutama pemuda pulau nias hanya dimanfaatkan sebagai pekerja-pekerja industry ekonomi global yang hanya menguntungkan daerah-daerah lain nya dikarenakan minimnya peluang untuk daerahnya sendiri dan kepala daerah hanya diam saja karena terbatas nya upgrading,”ucap Three One Gulo.

Lanjut pengacara muda ini, sepemahaman dengan terobosan atau ide cemerlang dari Rendi gulo juga Paulus PG selaku Ketua DPD GMNI Sumut bahwa kepala daerah yang berjiwa milenial itu harus bercermin dari daerah-daerah maju atau orang-orang yang pemikiran maju dengan mengejar ketertinggalan khususnya era teknologi saat ini.

“Maka SDM pulau Nias tidak lagi tertinggal akan tetapi berkualitas dan berdaya saing dikalangan tatanan ekonomi global serta regenerasi akan semakin gesit dan berkompetisi ketika pemimpin daerahnya memahami kondisi daerahnya khususnya pulau nias,”tukasnya. (MP/TIM)

Komentar

Berita Populer