oleh

Agendra Pemeriksaan Saksi Dalam Gugatan Openten Gulo di PN Gunungsitoli

  • Pengacara tergugat : “Saksi Openten Memberikan  Keterangan Palsu”

GUNUNGSITOLI – Saksi yang diajukan oleh pihak Openten Gulo selaku Penggugat dalam sidang di Pengadilan Negeri Gunungsitoli dalam perkara nomor 17, adalah Yunisokhi Ndraha, Rabu  (23/10/2019).

Dalam sidang pemeriksaan saksi, pihak penggugat didampingi oleh Pengacara Adv. Eman Syukur Harefa, sedangakan pihak Tergugat BPH dan BPD GBI Kepulauan Nias diwakili oleh Adv. Radius Purnawira Hulu.

Sidang yang dibuka secara resmi oleh Majelis Hakim Ketua, mengatakan bahwa persidangan ini terbuka untuk umum.

Pengacara tergugat Radius Purnawira Hulu melontarkan pertanyaan kepada saksi terkait dengan jabatan Openten Gulo dalam Periode 2009-2012, Yunisokhi Ndraha menjawab Openten Gulo menjabat sebagai Plt bukan defenitif.

“Openten Gulo pada saat itu menjabat sebagai Plt. Ketua BPD GBI Kepulauan Nias, bukan sebagai Ketua Defenitif,” tegas Yunisokhi Ndraha.

Langsung Pengacara Radius mengatakan kepada majelis hakim untuk dicatat pernyataan Yunisokhi Ndraha.

Majelis hakim memanggil saksi kedepan dan memperlihatkam SK Openten Gulo, menyuruh Yunisokhi Ndraha membaca, SK tersebut,  Yunisokhi mengatakan bahwa SK ini (SK Openten – red) telah membacanya dan itu SK Openten Gulo sebagai Plt.

Baca Juga :  KPK Siapakan Upaya Hukum Terkait Vonis Bebas Sofyan Basir

Dengan seketika itu Pengacara Radius Purnawira mengatakan kepada Hakim, bahwa Yunisokhi sebagai saksi telah terbukti memberikan keterangan Palsu didepan sidang Pengadilan.

“Hakim yang mulia, Yunisokhi Ndraha telah terbukti di persidangan ini telah memberikan keterangan Palsu” tegas Radius.

Selanjutnya Radius menanyakan kepada Yunisakhi, apakah Openten Gulo sebelum di pecat, seorang Pendeta..? Yunisokhi jawab “Ya, Openten Gulo seorang Pendeta”

Radius bertanya lagi apakah boleh seorang Pendeta menonton film P*rn*?, Yunisokhi menjawab “Tidak boleh”.

Bolehkan seorang Pendeta berbohong mengaku dirinya seorang Pendeta ONKP Mandrehe sedangkan dia yang sebenarnya adalah Pendeta GBI, Yunisokhi jawab “tidak boleh”.

Apakah seorang Pendeta yang telah punya istri dan anak, bolehkan merayu perempuan yang belum punya suami, Yunisokhi menjawab “tidak boleh”,, 

Adapun Openten Gulo mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, terkait BPH GBI telah memecatnya  sebagai Pendeta dan sebagai Ketua BPD GBI Kepulauan Nias.

Baca Juga :  Kapolda Sumut Berjanji Segera Cek Kapolres Binjai Terkait Lokasi Judi

Saat dikonfirmasi dengan Radius selaku Pengacara tergugat mengatakan bahwa Pemecatan Openten Gulo sebagai Pendeta dan juga sebagai Ketua BPD GBI Kepulauan Nias sudah melalui prosedur.

“Pemecatannya sudah sesuai dengan prosedur dengan melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum menjatuhkan sanksi dan Openten Gulo diyakin telah melanggar kode etik,” ungkap Radius.

Apa kesalahan Openten Gulo Pak, sampai dia dipecat..?

Ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Openten Gulo, lanjut Radius, kesalahan Pertama  adalah OG telah menonton film porno dikamar hotel saat rapat di Sedney Australia, sehingga OG diberikan surat penggembalaan, yang kedua OG telah menggoda dan merayu seorang perempuan yang belum punya suami, dan mengaku dirinya (Openten red) sebagai Pendeta  ONKP  Mandreha, yang ketiga adalah OG telah melakukan penyembahan berhala dan telah menjual Gereja GBI Dahana.

“Kami punya bukti semua atas kesalahan yang dilakukan oleh Openten ini, kami akan buktikan dipersidangan, jika majelis hakim membutuhkan,” ungkap Radius. (MP/Red)

pasang iklan anda

Komentar

Berita Populer