Bobby Nasution Dinilai Berperan Penting Jadikan Medan Kota Bersih

  • Bagikan
Bobby Nasution Dinilai Berperan Penting Jadikan Medan Kota Bersih

MEDAN – Penanganan masalah kebersihan ini merupakan salah satu program prioritas utama Wali Kota Medan Bobby Nasution yang harus segera dituntaskan. Apalagi memori kelam di tahun 2019, Kota Medan sempat mendapatkan predikat buruk dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI sebagai kota terjorok. Oleh karenanya orang nomor satu di Pemko Medan ingin membawa Kota Medan keluar dari predikat tersebut. Sejumlah upaya pun telah dilakukan menantu Presiden Joko Widodo tersebut, teranyar menjadikan 3 kecamatan sebagai contoh kawasan bersih, Rabu (06/10/2021).

Diharapkan ketiga kecamatan ini menjadi pilot project lokasi percontohan kawasan bebas sampah. Apabila berhasil, tentunya ketiga kecamatan itu akan menularkannya kepada kecamatan-kecamatan lainnya sehingga keinginan menjadikan Medan bersih sampah terwujud. Untuk itu Bobby Nasution minta agar ketiga kecamatan dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan dapat berkolaborasi untuk mewujudkannya.

Penetapan ketiga kecamatan itu dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) SK Wali Kota Medan Nomor 658.5/31.K/VIII/2021 tentang Lokasi Percontohan Kawasan Bebas Sampah di Kota Medan Tahun 2021. Dengan terbitnya SK Wali kota tersebut, kinerja aparatur pemerintahan kecamatan dan kelurahan dalam bidang kebersihan dan pengelolaan sampah tentunya dituntut untuk mewujudkannya. Apalagi penanganan sampah telah dilimpahkan kepada kecamatan.

Adapun lokasi percontohan kawasan bersih di 3 kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Medan Petisah di Lingkungan 1 dan 3 Kampung Sejahtera, Kelurahan Petisah Tengah, yang juga menjadi lokasi percontohan bebas sampah. Kemudian Kecamatan Medan Deli, tepatnya di Lingkungan 4 dan 5 Kelurahan Tanjung Mulia yang berada di bantaran Sungai Deli yang berbatasan wilayah Desa Manunggal dan Desa Helvetia Kecamatan Labuhandeli, Deliserdang. Terakhir, Kecamatan Medan Labuhan di Lingkungan 22 dan 23 Kelurahan Pekan Labuhan.

Baca Juga :  Ketua Pansus LKPJ Marahi Tim Anggaran Pemko Medan

Kebijakan Bobby Nasution menetapkan 3 kecamatan sebagai contoh kawasan bersih sampah mendapat sambutan baik dari dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU Muhammad Zikri Asmara SIKom MIKom. Zikri menilai, masalah kebersihan di Kota Medan cukup menjadi atensi utama bagi warga. Sebab, sudah sama-sama diketahui, banyak orang beranggapan Kota Medan merupakan kota yang jorok dan banyak sampahnya. Guna menepis image negatif tersebut, penetapan 3 kecamatan sebagai kawasan bersih yang dilakukan Bobby Nasution dinilai Zikri merupakan kebijakan yang cukup baik sehingga ketiga kecamatan itu nantinya menjadi menjadi contoh bagi kecamatan yang lainnya.

“Alangkah baiknya 3 kecamatan itu benar-benar menjalankannya sehingga menjadi kawasan bersih sampah. Tentunya mereka telah memiliki program tentang kebersihan yang jelas dan tepat sasaran guna mewujudkan keinginan Pak Wali Kota tersebut. Kita harapkan ini dapat berjalan dan ketiga kecamatan ini menjadi contoh kawasan bersih bagi kecamatan lainnya. Jika ini berjalan dengan baik, tentunya harapan Pak Wali Kota untuk menjadikan Medan sebagai kota yang bersih dapat terealisasi,” ungkap Zikri.

Baca Juga :  Wali Kota Apresiasi Tanoto Foundation Bantu Penanganan Covid-19

Selanjutnya, Zikri berharap agar Pemko Medan konsisten dan berkomitmen penuh untuk menangani masalah kebersihan ini. Dikatakan Zikri, masalah (kebersihan) ini sudah cukup lama dan belum selesai dari dulu. Tentunya masyarakat Kota Medan merasakan lebel Kota Medan yang dinilai kotor tersebut. Mudah-mudahan, Zikri beharap, Pemko Medan melalui OPD terkait dapat terus berkomitmen dan konsisten dalam menangani masalah kebersihan tersebut. Apalagi dengan dimulainya program yang menjadikan 3 kecamatan ini sebagai contoh kawasan kebersihan dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama.

“Saya harap Pak Wali Kota dapat lebih ekstra lagi dalam memperhatikan masalah kebersihan ini. Selain itu, Pak Wali juga harus sering turun ke lokasi atau ke kecamatan yang dinilai banyak sampah. Dengan demikian beliau dapat langsung menyikapinya dengan memerintahkan jajarannya untuk segera menangani dan mengatasinya. Di samping itu OPD terkait dan pihak kecamatan saling berkomunikasi dan berkolaborasi untuk mengatasi persoalan sampah tersebut,” harapnya.

Di samping itu, imbuh Zikri, OPD terkait dan pihak kecamatan juga harus terus mengedukasi masyarakat agar peduli dengan masalah kebersihan. Dikatakannya, masalah kebersihan tidak terlepas dengan perilaku masyarakat itu sendiri. Jika masyarakat peduli dengan tidak buang sampah sembarangan serta senantiasa menjaga kebersihan lingkungannya, jelasnya, tentunya masalah kebersihan dapat diatasi dengan baik.

Penulis : Rediaman Gulo
Editor : Redaksi

  • Bagikan