Butuh Perhatian Pemerintah, 74 Tahun Nek Arbaiyah Jadi Bidan Kampung

  • Bagikan
74 Tahun Nek Arbaiyah Jadi Bidan Kampung
74 Tahun Nek Arbaiyah Jadi Bidan Kampung

BELAWAN – Seorang nenek Arbaiyah (91), tinggal di kawasan padat penduduk di Seberang Laut Belawan hidup penuh kekurangan.

Tinggal di rumah reot dilingkungan padat penduduk hampir 600 kepala keluarga tersebut terkhusus rata-rata bekerja sebagai nelayan tradisional.

Dalam kehidupan nelayan hampir seluruh masyarakat yang ada di daerah kampung nelayan itu hidup sangat sederhana yang tergolong warga miskin. Mereka hanya bisa hidup mengandalkan mata pencarian dengan mencari ikan di laut dan tidak bisa banyak yang di lakukan untuk mencari rezeki dengan mecari ikan di laut.

“Itu pun kalau laut sedang bersahabat dengan mereka kalau taut tidak bersahabat mereka hanya bisa berdiam diri dirumah sambil memperbaiki jaring yang rusak,” ujar masyarakat sekitar, Kamis (08/08/2019).

Namun di selah-selah aktifitas nelayan terdapat seorang nenek yang bekerja sebagai seorang wanita tua yang berprofesi sebagai bidan kampung yang bertugas tanpa pamrih membantu kehidupan para istri-istri nelayan saat melahirkan.

Baca Juga :  Polisi Tembak Kaki Pelaku Pencuri Keyboard

Nenek Bidan itulah panggilan oleh para nelayan yang ada di kampung nelayan sebrang yang berada di Kelurahan Belawan 1, Kecamatan Medan Belawan.

Tidak hanya itu, Nek Bidan juga sudah hampir 74 tahun menjadi bidan melahirkan yang banyak membantu warga sekitar kampung nelayan. Semenjak 74 Tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia Nek Arbaiyah sudah melakoni profesinya didaerah tersebut. Hampir semua para istri nelayan yang ada di kampung nelayan sebrang Nek Bidan yang membantu para istri nelayan itu melahirkan.

Menurut salah satu warga kampung nelayan sebut saja Bahyung. Beliau sudah cukup lama tinggal dan bermukim di sini.

“Sebelum kampung ini ramai dan masih hutan, Nek Bidan sudah ada dan selalu membantu masyarakat nelayan disini. Beliau tidak pernah meminta imbalan apapun saat membantu istri kami melahirkan terkusus orang kampung nelayan sebrang,” ungkap Bahyung.

Baca Juga :  PT PHPO Salurkan Dana CSR ke Gereja HKBP Saentis

Lanjut dikatakan Pria 46 Tahun ini, sekarang Nek Bidan tinggal seorang diri, anak dan cucunya sudah pindah ke darat dan ia tidak mau ikut karna masih ingin membantu warga yang ingin melahirkan didaerah tersebut.

Walau demikian, Nek Bidan ini hidup penuh kesederhanaan. Sebagai masyarakat nelayan yang ada di kampung nelayan seberang ini mereka sangat menyanginya dan selalu memperhatikan Nek Bidan.

“Masyarakat disini saling bergantian memberikan nafkah sehari-hari untuk Nenek Bidan yang sanagat baik ini,” sebutnya.

Selain itu, masyarakat juga berharap pemerintah setempat bisa memperhatikan dan sedikit membantu kegidupan di hari tuanya.

“Nek bidan adalah sosok tauladan kami yang ada di kampung nelayan sebrang ini,” tutur Bahyung yang merupakan sesepu kampung nelayan sebrang. (MP/Hen)

  • Bagikan