oleh

Diduga Edarkan Narkoba Seperti Jualan Kacang, Warga Meminta Grand Station di Tutup

MEDAN – Dugaan sarang Narkoba dan Fasilitasi Ruangan Eksekusi di KTV Grand Station, Jalan Brigjen Katamso, Komplek Centrium Nomor 98-104, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara, membuat warga gerah.

Diduga Sarang Narkoba dan Fasilitasi Ruangan Eksekusi, Grand Station Kebal Hukum
KTV Grand Station

Warga setempat, Nurul Wati (45) kepada Metropublik.com, Selasa (03/11/2020) mengatakan, peredaran dugaan narkoba di KTV Grand Station tidak rahasia lagi. Karena, menurutnya, peredaran narkoba sudah seperti jualan kacang di tempat maksiat tersebut.

“Jangan di tanya lagi pak, di tempat itu peredaran narkoba sudah seperti jualan kacang. Bukan hanya itu saja, bagi para pencinta dunia hiburan malam, dapat melepaskan syahwat dengan pasangan di dalam salah satu KTV, dimana didalam KTV tersebut terdapat sebuah kamar mini room untuk eksekusi,”ujar ibu tiga anak ini.

Baca Juga :  Gegara Ditinggal Istri, Seorang Anak Habisi Nyawa Ayah Kandungnya

“Kami warga disini meminta kepada pihak pemerintah dan petugas kepolisian agar segera menutup tempat maksiat tersebut. Kami tidak mau anak dan suami kami terjerumus ketempat itu,”harapnya.

Menurut hasil investigasi tim metropublik.com, dilokasi harga pil ekstasi berpariasi, mulai dari harga inex Rp. 200 Ribu hingga Rp 300 ribu, sedangkan harga Happy five Rp 150 Ribu dan Harga key serbuk Rp. 800 ribu. Barang haram tersebut bisa dibeli melalui Waiters kemudian waiters melalui Captain.

Terlihat bahwa di dalam KTV Grand Station mulai dari di Room lantai satu 101 sampai room 107, dan lantai atas room 201 sampai room 207 terdapat sebuah ruangan ‘eksekusi’ yang disebut sebut untuk melepaskan syahwat.

Baca Juga :  Diduga PPK Kesehatan Nias Utara Tidak Berani Beberkan Belanja APD Covid 19

Bukan hanya bebas jual narkoba dan pelepas syahwat, Grand Station juga menjual Minuman keras (Miras) dengan berbagai merk diduga tanpa izin.

Dimasa pandemi covid1-19, Grand Station diduga melanggar protokol kesehatan (Protkes). Namun sangat disayangkan tim Gugus Covid-19 yang melalukan razia di lokasi Grand Station hanya seremonial belaka, terbukti pada saat melalukan razia sekitar jam 21.30 wib tim gugus covid hanya melakukan dokumentasi kemudian langsung meninggalkan lokasi.

Kapolsek Medan Kota, AKP Muhammad Rikki Ramadhan mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti informasi tersebut. “Terimakasih informasinya, akan kita lakukan lidik dan ditindak,”tegasnya. (Rendy)

pasang iklan anda

Komentar

Berita Populer