Diduga Tangkap Ikan Tanpa Izin, Dua Kapal Pukat Diamankan

  • Bagikan
Diduga Tangkap Ikan Tanpa Izin, Dua Kapal Pukat Diamankan
Dua kapal motor (KM) yang diamankan di dermaga Lantamal I Belawan karena menangkap ikan diduga tanpa ada surat izin dari KKP RI

BELAWAN – Diduga melakukan penangkapan ikan tanpa izin dari Pemerintah, dua kapal motor (KM) asal gudang Gabion Belawan diamankan oleh anggota KRI Teluk Sibolga 536 dari perairan Selat Malaka, Senin (19/08/2019), lalu.

KM Putra Silaban 06, GT.30 No 1673/SSD dan KM Super Nusantara GT.29.NO.1154/PPA yang berhasil diamankan disandarkan di dermaga Lantamal I Belawan.

Informasi yang diperoleh, Kamis (22/08/2019), petugas KRI Teluk Sibolga 536 yang sedang melaksanakan patroli di perairan Selat Malaka melihat dua kapal sedang menangkap ikan dengan menggunakan alat tangkap katrol (hela) pukat tarik II.

Setelah memeriksa dokumen dan adanya dugaan penangkapan ikan tanpa dilengkapi dokumen dari KKP RI tersebut, kedua kapal motor itu langsung digiring ke dermaga Lantamal I Belawan. Dari KM .Putra Silaban 06, GT. 30, NO 1673/SSD. Diamankan 9 orang anak buah kapal (ABK) serta muatan 4 ton ikan campuran dan alat tangkap katrol hela (pukat tarik II), termasuk tekong bernama Faisal Hasibuan, 40, warga Jl. Pasar 4 Timur, Kecamatan Medan Marelan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Medan Terima Konsul Belanda, Tawarkan Kerjasama Multi Aspek

Sedangkan dari KM.Super Nusantara, GT.29.NO.1154/PPA, diamankan 11 ABK, 5 ton ikan campuran dan katrol (hela) bersama tekong Ismail, 51, warga Jl. Taska Ujung, Kelurahan Titipapan Kecamatan Medan Deli. Mengetahui adanya dua kapal pukat tarik II yang diamankan oleh TNI Angkatan Laut tersebut, sejumlah nelayan memberikan apresiasi kepada aparat keamanan di laut karena telah menangkap kapal yang menggunakan alat tangkap yang dilarang oleh pemerintah.

“Penangkapan ini sebagai upaya memberi efek jera kepada pemilik pukat tarik II. Kalau bisa harus diberi sanksi hukum yang tegas karena keberadaan pukat tarik II merusak habitat dan biota laut,” ujar Rahman, seorang nelayan tradisional dari Kampung Nelayan Belawan.

Baca Juga :  PLN Pembangkitan Belawan & Sumut Baksos di Masjid Al-Abrar

Diketahui, Penggunaan pukat tarik II melanggar ketentuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. (MP/Hen)

  • Bagikan