oleh

Erwin Siahaan : Kota Medan Zona Merah Penyebaran Covid 19

MEDAN – Kota Medan menjadi satu dari tiga daerah yang masuk zona merah penyebaran virus corona atau covid-19. Berdasarkan data Gugus Tugas tercatat total Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 701 jiwa, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 96 orang, total positif covid-19 yakni 17 jiwa. Untuk meninggal dunia positif covid-19 yakni 3, meninggal dunia PDP 4 orang dan total pasien yang sembuh 2 orang. Data tersebut dimuat di website resmi gugus tugas yakni www.covid19.pemkomedan.go.id. Data yang dipublikasikan sampai Kamis 2 April 2020.

Ketua Fraksi Hanura, PSI dan PPP (HPP), Erwin Siahaan mengatakan Kota Medan salah satu zona merah penyebaran covid 19. Untuk itu tindakan preventif untuk menekan penyebaran virus harus maksimal, serta tindak lanjut penanganan ODP, PDP, serta Suspect mesti ditingkatkan.

Baca Juga :  Fraksi Nasdem Minta Kisruh Pemecatan Direksi PD Pasar Tak Berkepanjangan

“Ketersediaan alat tes, Alat Pelindung Diri (APD) untuk paramedis, ventilator, serta fasilitas rumah sakit darurat untuk penanganan mesti ada,”ujar Erwin Siahaan kepada Metropublik.com, Sabtu (4/4/2020).

Dikatakannya, sudah saatnya masyarakat mendapat masker dan disinfeksi gratis di setiap lingkungan.”Bisa disulap mess, atau hotel milik Pemerintah Kota (Pemko) medan untuk rumah sakit darurat khusus covid 19,”jelas mantan driver ojol ini.

Sebagai politisi, lanjut Erwin, ianya bertanggungjawab secara moral untuk mendorong pemko untuk realokasi anggaran yang maksimal untuk memutus rantai covid 19 sesuai permendagri no 20 thn 2020.

“Tak kalah penting yakni imbas sosial ekonomi terhadap sektor-sektor informal dan orang-orang kecil. Saya mesti pastikan semua bantuan dari pemerintah harus tersalurkan semuanya yang teknisnya sudah ada regulasinya. Saya mengajak semua pihak untuk mau bekerja sama, menjaga jarak, mematuhi protokol agar cepatlah bangsa kita terlepas dari pandemi beserta dampaknya,”pungkasnya. (MP/RG)

Baca Juga :  Kunci Kebahagian Berumahtangga Senangkan Orang Tua

Komentar

Berita Populer