oleh

Kapal Tug Boat Tenggelam, Nakhoda Tewas dan 3 ABK Kritis

BELAWAN – Akibat terjangan ombak besar mengakibatkan Kapal Moring Boat PMB 6 milik Pertamina tenggelam. Seorang nahkoda tewas, sedangkan ketiga awak kapal lainnya mengalami luka serius.

Keterangan yang diterima wartawan, Rabu (11/09/2019) menyebutkan, semula para awak kapal dengan Nakhoda beserta saat itu sedang melepas tali sembari membuka selang kapal tanker milik Pertamina.

Usai melakukan kegiatan pembongkaran BBM melalui Bouy Pipa Pertamina Singel point Mooring (SPM) di tengah laut ke Depo Pertamina Labuhan. Mendadak hujan disertai angin kencang menimbulkan ombak yang besar.

Melihat cuaca tak bersahabat untuk menghindari angin kencang dan ombak makin membesar, selanjutnya nakhoda kapal mengambil keputusan dengan melakukan manuver.

Naasnya, seketika mesin kapal mendadak mati. Pada saat itu, ujung selang sedang terikat pada haluan Kapal Moring. Dan akibat hembusan angin kencang, ombak makin membesar sehingga Kapal Moring tidak bisa mengendalikan.

BACA JUGA:  Polrestro Jaksel Grebek Kampung Narkoba,22 Pria dan 11 Wanita di Amankan

Hingga para awak terhempas ke bawah Kapal Tanker Pertamina yang telah selesai bongkar BBM di tengah laut.

Selanjutnya Kapal Moring PMB 6 milik Pertamina itu secara perlahan tenggelam.

Ironisnya, Nakhoda kapal tertahan di dalam ruang kemudi tak mampu menyelamatkan diri. Sedangkan ke 3 Anak Buah Kapal (ABK) sempat melompat dari atas kapal sebelum tenggelam.

Atas adanya bantuan dari kapal yang lewat akhirnya para korban dievakuasi dan dibawa ke RS TNI AL Komang Makes di Jalan Bengkalis Kelurahan Belawan 1, Kecamatan Medan Belawan.

Sementara ketiga ABK dan dua di antaranya warga Langkat ini atas nama Nanda Armanda (28) warga Pangkalan Berandan Kabupaten Langkat, Ahmad Gufroni (36) warga Pangkalan Berandan Kabupaten Langkat, dan Ades Pranata Sitepu (22) warga Desa Naman Kecamatan Karo Kabupaten Tanak Karo mendapat pertolongan di RS TNI AL Komang Makes.

BACA JUGA:  Polsek Moi Lakukan Olah TKP Kasus Penganiayaan Teheatulo Gulo

Kemudian jenazah Nakhoda Kapal Moring PMB 6 Rudi Prayouw (52) warga Jalan Bakti Abri Gang Ustad Samsir, Kompolek Pabrik Besi Blok C 35, Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan, ini dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Kasus kecelakaan laut ini masih ditangani oleh aparat laut terkait.

Terpisah, humas Syahbandar Utama Belawan, Yovie kepada metropublik.com membenarkan tenggelamnya kapal Tug Boat milik Pertamina. Tapi ia belum bisa merinci lebih jelas tentang kronologis tersebut.

“Kita sudah dapat info, saat ini petugas masih berada di lapangan untuk mengecek penyebab dan kronologisnya. Nanti akan kita infokan kembali,” ucapnya melalui seberang selulernya. (MP/Hen)

Komentar

Berita Populer