Medan  

Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Hadiri Perayaan Buruh Nasional

Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Hadiri Perayaan Buruh Nasional

METROPUBLIK.COM | MEDAN – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) dan Pangdam I/BB hadiri Perayaan Hari Buruh Nasional dan Pesta Kuliner Buruh dan Masyarakat yang dilaksanakan dilapangan merdeka jalan Balai Kota Kelurahan Kesawan Medan,Rabu (1/5/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pangdam I/BB Mayjen TNI M S Fadhilah,Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH,Kabindasu,Danlantamal I Laksamana Pertama TNI Ali Triwanto,SE,MSi,Pangkosek Hanudnas III Marsma TNI Djohn Amarul S.AB, Kajatisu, Waka Poldasu Brigjen Pol Mardiaz KusinDwihananto SIK,MHum,PJU Kodam I/BB,PJU Polda Sumut,Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi,Dandim 0201/BS Kol Inf Yudha Rismansyah,Danlanud Soewondo Medan Kol Pnb Dirk Poltje lengkey,Walikota Medan Drs T Zulmi eldin MSi,Kajari Medan,Waka Polrestabes Medan Akbp Rudi Rifani,SIK, Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nst dan Dari Gabungan Serikat buruh/Serikat Pekerja Provinsi Sumatera Utara.

Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Hadiri Perayaan Buruh Nasional
Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Hadiri Perayaan Buruh Nasional

Kegiatan Perayaan Hari Buruh Nasional (May Day To Get her We Grow) dengan thema ” Pesta Kuliner Buruh dan Masyarakat” yang dihadiri sekitar 500 (lima ratus) buruh yang terdiri dari 19 elemen buruh tergabungan dalam Gabungan Serikat Buruh / Serikat Pekerja Sumatera Utara.

Dalam perayaan Hari buruh nasional dilakukan bergai macam bentuk kegiatan seperti games (Tarik Tambang, Pukul Guling, Panjat Pinang, Balap Terpal dan Bakiak, Donor darah, Cek Kesehatan gratis dan pesta kuliner buruh dan masyarakat).

Baca Juga :  Wali Kota Ingin Pemko Bisa Jadi Pasar Bagi Produk UMKM Medan

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, bahwa kaum pekerja merupakan pahlawan ekonomi bagi Negara, Provinsi, Kabupaten/Kota, dan juga keluarga. Karenanya, sebagai aparat pemerintah kata Agus, pihaknya siap memfasilitasi apapun yang menjadi keluhan buruh terkait dengan permasalahan perburuhan di Indonesia.

“Kita juga sudah mendengar bersama, bahwa kemarin bapak Presiden sudah mengundang perwakilan Serikat Pekerja di Indonesia. Dan beliau mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap beberapa hal yang menjadi masalah di perburuhan,” ungkapnya kepada wartawan disela-sela kegiatan perayaan Mayday.

Untuk itu, menurut Agus, dari pada melakukan unjukrasa yang dapat mengganggu hak asasi orang lain, peringatan Mayday lebih baik dirayakan dengan gembira, seperti yang dilakukan pihaknya kali ini. Kendati begitu, untuk mengawal para buruh yang melakukan aksi unjukrasa, ia mengatakan juga sudah menyiapkan sekitar 2.500 personel yang tersebar di beberapa tempat.

“Ini kan hari ulang tahun, tentunya harus dirayakan. Dengan dijadikannya Mayday sebagai hari libur, artinya pemerintah menghargai dan mengakui bahwa rekan-rekan pekerja adalah pahlawan-pahlawan yang perlu mendapatkan penghargaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah menyatakan, jika dirinya memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan Polda bersama pemerintah dan kaum buruh pada Mayday ini. Menurutnya, ulang tahun itu memang sifatnya adalah merayakan dan sebagai evaluasi untuk memberikan perbaikan-perbaikan kedepan.

Baca Juga :  H. Musa Rajekshah Bantu Mobil Jenazah untuk Masjid Istiqomah

“Bahwa ada masalah dengan persoalan perburuhan ya silahkan disalurkan dengan mekanisme yang ada, tidak perlu melalui demo-demo. Kita berharap tidak sampai ada image bahwa hari buruh itu demo, dan demo merusak. Tapi ternyata tidak, sebab buruh juga bisa diajak bicara, bisa diajak kompromi, dan berdiskusi,” jelasnya.

Disinggung bahwasanya peringatan Mayday dengan meriah bersama aparat pemerintah akan merubah tradisi gerakan buruh, Pangdam mengaku jika pihaknya akan sangat menyambutnya dengan senang. Karena, terang dia, urusan buruh itu bukan hanya sekedar persoalan buruh saja, sehingga harus diselesaikan bersama-sama.

“Persoalan buruh itu, juga ada pengusaha yang terkait, ada Pemda yang terkait dengan aturan dan lainnya. Jadi duduk bersama itu lebih baik, untuk mencari jalan keluar yang membahagiakan bersama,” pungkasnya. (Rendy)

pasang iklan