Ketua DPRD Minta Wali Kota Evaluasi Camat Medan Perjuangan

  • Bagikan
Ketua DPRD Minta Wali Kota Evaluasi Camat Medan Perjuangan

MEDAN – Ketua DPRD Medan Hasyim SE minta kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution agar mengevaluasi kinerja Camat Medan Perjuangan, Afrizal. Pasalnya, dia dinilai tidak menghargai teguran yang anggota DPRD Medan Paul MA SImanjuntak ketika berkunjung ke kantor Camat Medan Perjuangan, Senin (22/2).

“Anggota dewan itu fungsinya pengawasan (controling) yang melekat pada diri masing-masing anggota dewan. Dewan bukan sekedar wakil rakyat, tapi bagian dari pemerintahan, pemko itu Eksekutif, dewan adalah Legislatif. Eksekutif dan Legislatif adalah mitra, Eksekutif pemerintahan, kami selaku dewan pengawasannya,yang kami awasi itu Eksekutif, kok dibilang pula dewan terlalu jauh mencampuri pekerjaan Camat,” kata Hasyim kepada wartawan, Senin (1/3).

Menurut Hasyim, meski Camat dan Lurah punya pengawasan internal seperti Inspektorat dan Tapem (Tata Pemerintahan), tapi dewan punya hak melakukan pengawasan kinerja Eksekutif. Ini menjadi perhatian wali kota, camat tersebut harus dievaluasi. “Tidak boleh seorang camat mengatakan kepada anggota dewan jangan terlalu mencampuri urusan camat, ucapan Camat Medan Perjuangan itu harus menjadi perhatian Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan,” tegasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Medan Tinjau Aliran Sungai Bedera

Sebelumnya, Paul Simanjuntak melakukan kunjungan kerja di daerah pemilihannya, ke kantor Camat Mdan Perjuangan, Senin (22/2). Paul mengungkapkan sejumlah pengaduan masyarakat, seperti adanya keresahan Kepling akan dicopot camat dan siapa yang mau jadi Kepling harus setor Rp 15 juta- Rp 30 juta. Camat juga pernah tiga kali mengangkat Kepling di Kelurahan Sei Kera Hilir I tanpa rekomendasi lurah, padahal sesuai perda, Kepling itu diusulkan lurah dan camat mengeluarkan SK.

Selain itu, ia mempertanyakan berapa biaya mengurus surat kematian dan surat SK Camat untuk tanah. Ada pengaduan masyarakat mengurus surat kematian Rp 100.000-200.000 dan SK Camat sampai Rp 3 juta yang dilakukan oleh lurah-lurah se Kecamatan Medan Perjuangan. Ia juga mempertanyakan kenapa Afrizal selaku camat dan Yuyun Kasiepem jarang masuk kantor. Lalu Camat Afrizal membantah semua tuduhan itu dan meminta agar Paul jangan terlalu jauh mencampuri urusan camat dan jangan terlalu mendengar pengaduan masyarakat. Pertemuan tersebut sempat memmbuat situasi tegang, Paul meminta agar camat jangan mengajari dewan bekerja, tapi bekerja saja dengan baik agar tidak ada dugaan negatif dari masyarakat.

pasang iklan anda
  • Bagikan