Komisi 4 DPRD Medan Rekomendasikan Pembukaan Jalur Putar Balik di Jalan Karya Wisata

Komisi 4 DPRD Medan Rekomendasikan Pembukaan Jalur Putar Balik di Jalan Karya Wisata

Medan – Komisi 4 DPRD Medan rekomendasikan pembukaan jalur putar balik median Jalan Karya Wisata, Medan Johor untuk memberi akses bagi warga yang melakukan aktivitas di seputaran Jalan Karya Wisata.

Rekomendasi itu disampaikan Rudiawan Sitorus selaku Pimpinan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 4 DPRD Medan dengan Dishub, Dinas SDABMBK Medan saat membahas protes warga Medan Johor tentang keberadaan median Jalan Karya Wisata, Selasa (21/3/2023).

“Kita rekomendasikan agar Dishub Medan segera membuka beberapa jalur putar balik median Jalan Karya Wisata,” ujar Rudiawan Sitorus mendengar pendapat dari para anggota komisi, perwakilan Dishub, Dinas SDBMBK dan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Johor Menggugat (FMJM).

Meski sebagian tuntutan warga sudah terkabul namun mereka tetap ngotot bahwa separator Jalan Karya Wisata harus dibongkar habis.

Baca Juga :  Pemko Medan Kukuhkan 6 Anggota Paskibraka

“Pembukaan jalur putar balik itu masih sebagian dari tuntutan dan kita minta agar dibuatkan 4-5 jalur putar.Kita tetap konsisten agar membuka seluruh median Jalan Karya Wisata,” ucap perwakilan warga Abdul Aziz dan Budianta Tarigan usai RDP.

Saat memberikan penjelasan, perwakilan Dishub mengatakan pembuatan median Jalan Karya Wisata dibenarkan ketentuan berlaku melalui rekayasa lalulintas. Namun bila ada yang perlu diperbaiki, Dishub selalu membuka diri untuk melakukan evaluasi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas SDABMBK menjelaskan median jalan sepanjang 1,94 km dengan pemasangan 1700 unit pembatas merupakan usulan Dishub dan anggarannya ditanggung dalam APBD TA 2022.

RDP yang dipimpin Rudiawan Sitorus dihadiri para anggota komisi antara lain Paul Mei Simanjuntak,Hendra DS, Renville Napitupulu,Daniel Pinem dan Edwin Sugesti Nasution menekankan perlunya kajian terbaru setelah 4 bulan median jalan tersebut dipasang di Jalan Karya Wisata terutama terlalu jauhnya jalur putaran yang membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. (MP/Rendi)

pasang iklan