oleh

Lagi Cari Ikan, Kapal Nelayan Tradisional Ditabrak Kapal Meratus Medan 5

MEDAN – Kapal Meratus Medan 5 bermuatan kontainer menabrak kapal nelayan sekala kecil di perairan sekitar Buy Satu, Belawan.

Peristiwa menimpa kapal nelayan alat tangkap pancing cumi terjadi pada, Senin (21/07/2019) malam lalu. Akibat kejadian itu, kapal nelayan tenggelam kehilangan mesin dan alat tangkap.

Menurut keterangan tekong kapal, Anto, Jumat (26/7) siang mengatakan, ia melaut bersama dua ABKnya, Amat dan Mina. Tiba – tiba, ia melihat kapal bermuatan kontainer berlayar ke arah mereka. Untuk mengantisipasi kecelakaan, mereka memberikan lampu isyarat senter suar ke arah kapal tersebut.

Ternyata, kapal besar itu tetap melintas menabrak kapal mereka. Akibatnya, mereka terhempas melompat ke laut. Kapal alat tangkap pancing cumi itupun tenggelam.

Baca Juga :  3 Kejahatan Seksual dan Pembunuhan Terhadap Anak,KPA :Penegak Hukum Lemah

“Malam itu, kami berusaha menyelamatkan diri. Kami diselamatkan kapal nelayan lain untuk pulang ke Belawan,” kata Anto.

Atas peristiwa yang dialami, kata pria berusia 35 tahun yang menetap di Gudang Arang, Belawan ini. Ia mengalami kehilangan mesin dan alat tangkap senilai Rp13 juta.

“Kapal saya tenggelam sudah ditarik kembali dari dalam laut, kasus ini akan saya laporkan ke Syahbandar Utama Pelabuhan Belawan,” sebut Anto.

Sementara itu, Ketua DPD HNSI Sumut Zulfahri Siagian SE yang ditemui mengatakan pihaknya akan berusaha menjebatani nelayan yang ditabrak Kapal Meratus Medan 5.

“Saya dan pengurus HNSI akan memperjuangkan hak ganti rugi para nelayan tradisional yang ditabrak Kapal Meratus Medan 5, para nelayan tersebut telah mengalami kerugian yang cukup banyak atas kejadian tersebut,” ucap Zulfahri Siagian.

Baca Juga :  Asyik Facel Disalon Cantik Manis, Marojahan Meninggal Dilokasi

Terpisah, Kepala Syahbandar Utama Pelabuhan Belawan, Sugeng Wibowo mengaku belum menerima laporan tertulis, namun, secara lisan sudah mereka terima. Untuk itu, pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan tabrakan kapal tersebut.

“Yang jelas, kita belum menerima laporan tertulis.Kalau secara lisan sudah. Tapi tim penyidik kita sudah mengecek kronologis kejadian itu. Kita minta, agar nelayan yang menjadi korban membuat laporan tertulis agar segera kita tindaklanjuti,” katanya kepada wartawan (MP/Hen)

Komentar

Berita Populer