oleh

Lokasi Judi di Marelan Point Kebal Hukum

-Headline-144 views

MARELAN – Sesuai statement Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar mengatakan bahwa tak ada tempat judi di Sumut ini. Namun beda di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, lokasi judi semakin marak menjamur tanpa ada tindakan tegas yang di lakukan.

Seperti lokasi judi ketangkasan tembak ikan yang berada di Griya Marelan Point tepatnya di Jalan M. Basir, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, yang bisa meraup keuntungan ratusan juta setiap harinya.

Menurut pengakuan warga setempat, AL (35) mengatakan, tempat lokasi judi tersebut sudah berdiri lebih satu tahun. Namun, diduga bisnis haram tersebut tidak tersentuh oleh hukum.

Baca Juga :  Gila! Ayah Tiri Setubuhi Anaknya Selama 7 Bulan

“Kami dengar-dengar, bos judi itu keturunan bermata sipit dan berkulit putih bernama Lukman Yusuf alias Ahua,”ujar AL kepada Metropublik.com, Selasa (10/3/2020).

Untuk itu, warga setempat meminta kepada pihak kepolisian, khususnya wilayah hukum polres pelabuhan segera memberantas lokasi judi tersebut.

“Kami minta kepada kapolres pelabuhan belawan, agar segera menindak tegas perjudian yang ada di marelan ini,”harap Al.

Bukan hanya itu saja, lokalisasi judi modus tembak ikan di pasar II Marelan semakin eksis dan tidak tersentuh hukum.

Sementara itu, redaksi Metropublik.com mencoba mengkonfirmasi hal ini ke Kapolres Pelabuhan Belawan, namun tidak ada tanggapan dan terkesan alergi kepada wartawan, bahkan tidak segan-segan memblokir nomor whatsApp wartawan.

Baca Juga :  Kejati Sumut Jalin Kerjasama Bidang Datun Dengan Kanwil BPN Sumut

Praktisi Hukum Minta Kapolres Pelabuhan Belawan Berantas 303

Praktisi hukum Yudikar, SH kepada Metropublik.com, meminta kepada pihak kepolisian khususnya wilayah hukum polres pelabuhan belawan agar segera memberantas lokasi judi tersebut tanpa terkecuali.

“Judi ini melanggar hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi, sudah sewajarnya Polisi segera memberantasnya. Karena ini ada dampak negatif bagi masyarakat umum tentunya, serta dilarang oleh agama,”ujar Yudikar, SH di kantornya. (MP/Rendy)

Komentar

Berita Populer