Pelaku Pembunuhan Pengusaha Telur di Gunungsitoli Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Pelaku Pembunuhan Pengusaha Telur di Gunungsitoli Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Gunungsitoli – Kurang 24 jam, Polres Nias berhasil menangkap pelaku pembunuhan Eddy Sofyian alia Liong (60), pengusaha telur di Gunungsitoli.

Pelaku adalah Anugrah Zendrato (26) warga Desa Bawadesolo, Kecamatan Gunungsitoli, yang juga merupakan Security PT. Adira Finance Gunungsitoli.

“Kronologi pembunuhan dengan modus operandi pencurian tersebut yakni pada Sabtu 02 Desember 2023 sekira pukul 06.45 WIB, pelaku berangkat dari rumahnya menuju ke tempat kerjanya. Namun sebelumnya pelaku memasukkan 1 (satu) bilah pisau pemotong daging ke dalam jok sepeda motornya,” ujar Kapolres Nias, AKBP Luthfi, SIK, kepada Metropublik.com, Selasa (05/12/2023).

Lanjutnya, sekitar pukul 19.09 WIB, pelaku masuk dan membuka pintu toko milik korban dan melihat korban sedang duduk di meja kasir yang berada di ruang tengah toko tersebut. Kemudian pelaku menanyakan harga telur yang ada di samping kanan mobil L-300 yang terparkir di dalam toko itu.

Baca Juga :  12 Terpidana Dieksekusi Cambuk di Kejari Aceh Utara, Dua Pingsan

Pada saat korban menemui pelaku yang berdiri di samping mobil L-300 sambil menjelaskan harga telur tersebut, pelaku langsung menarik pisau dari pinggangnya dan menusukkan kearah korban. Seketika melakukan perlawanan dengan menendang dada pelaku. Saat itulah pelaku memukul kepala korban menggunakan parang yang ada ditangannya.

Kemudian korban berusaha memeluk pelaku, sehingga keduanya terjatuh di tumpukan telur yang membuat keduanya masuk ke dalam kolong mobil lalu korban berusaha merebut parang dari tangan pelaku, yang membuat jari telunjuk kiri pelaku tersayat.

“Karena merasa kesakitan, korban berteriak yang membuat pelaku panik, lalu pelaku menutup rapat pintu toko. Saat melihat kepala korban muncul dari kolong mobil, pelaku langsung menggorok leher korban hingga korban terbunuh,” ujarnya.

“Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu potong baju kaos berwarna merah yang sudah robek dan berlumuran dugaan darah, satu potong celana pendek berwarna putih dan terdapat bercak diduga darah dan flashdisk yang berisi hasil rekaman CCTV dari Kantor PT. Adira Finance Gunungsitoli ,” pungkasnya.

Baca Juga :  Guru SMPN 11 Siantar Tewas di Gilas Mobil

Atas perbuatannya, tersangka AZ dipersangkakan dengan pasal 340 subs pasal 338 dan atau pasal 365 ayat 3 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun penjara. (MP/Rendi)

pasang iklan