Pemkab Nias Laksanakan Pendidikan Politik

  • Bagikan
Pemkab Nias Laksanakan Pendidikan Politik

NIAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias melaksanakan pendidikan politik kepada masyarakat Kabupaten Nias, bertempat di gedung Geraja BNKP Jemaat Tetehosi Kecamatan Idanogawo, Kamis (25/03/2021). Kegiatan pendidikan ini dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nias.

Kegiatan pendidikan politik Kabupaten Nias ini dihadiri oleh Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, yang diwakili oleh Fo’arota Laoli, Kabid Politik dalam Negeri dan Ormas di Kesbangpol Kabupaten Nias, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik AHD. Darwis Zendrato, Camat Ulugawo Faozanolo Zai, para ASN lingkup Kabupaten Nias dan peserta masing-masing desa ditiga kecamatan yaitu kecamatan idanogawo, kecamatan ulugawo dan kecamatan Bawalato.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Nias AHD. Darwis Zendrato, mengatakan bahwa pelaksanaan pendidikan politik ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan budaya dan etika politik.

Baca Juga :  Bupati Hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Nias

“Arti budaya politik yakni sikap atau orientasi warga suatu negara terhadap kehidupan pemerintah negara dan politiknya,”ujarnya.

“Etika politik adalah suatu praktek moral atau tata kelakuan dalam proses tindakan politik sebagai proses politik yang berkaitan dengan metode dalam proses pengambilan keputusan dan sebagai tindakan politik berkaitan dengan kebijakan yang diambil,”paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu yang diwakili oleh Fo’arota Laoli, Kabid Politik dalam Negeri dan Ormas di Kesbangpol mengatakan bahwa pelaksanaan pendidikan politik kepada masyarakat dapat memberi peningkatan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat bahwa dinegara demokrasi ini kedaulatan negara berasal dari rakyat dan segala keputusan politik melibatkan peran serta masyarakat didalamnya.

Baca Juga :  Menyisihkan Rezeki, Keluaraga Besar Eko A Sitepu Sumbang 6 Ekor Sapi Menyambut Idul Adha 1439 H

“Pentingnya pendidikan politik bagi masyarakat agar masyarakat dapat berpikir secara kritis dalam konteks yang terjadi pada bangsanya sendiri,”ucapnya.

“Masyarakat perlu diajak untuk ikut berorganisasi karena didalam organisasi pemikiran-pemikiran akan terasa dan dapat dituangkan sebagai seharusnya,”tutupnya. (Denius)

  • Bagikan