Pemko Medan Harus Mampu Ciptakan Peluang Baru Tingkatkan PAD

Pemko Medan Harus Mampu Ciptakan Peluang Baru Tingkatkan PAD

MEDAN – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan, meminta Pemerintah Kota Medan mampu menciptakan peluang baru dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jadi, tidak terus tergangtung dana transfer dari pusat,” kata Syaiful Ramadhan di sela-sela rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Platfon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) P-APBD TA 2020, Senin (3/8/2020).

Ketergantungan yang terus menerus terhadap dana transfer pusat, kata Syaiful, akan sangat berbahaya. “Jika Pemko Medan nyaman dengan kondisi ini, dikhawatirkan tidak memiliki kreatifitas dalam menciptakan peluang baru dalam menggali PAD,” katanya.

Dari data Kemendagri, jelas Syaiful, hampir 85 persen APBD kabupaten/kota tergantung dari dana transfer pusat dan hanya 15 persen PAD dapat menyokong APBD. “Saya melihat Pemko Medan masih belum mandiri dalam keuangan, karena masih bergantung dana transfer dari pusat,” katanya.

Kondisi ini, kata Syaiful, harus menjadi perhatian agar Pemko Medan kreatif dalam upaya peningkatan PAD dari berbagai sektor, sehingga bisa mandiri dalam keuangan. “Seharusnya, Pemko Medan mampu lebih kratif dan inovatif dalam menciptakan peluang-pluang yang ada,” ujarnya.

Dalam era digital saat ini, tambah Syaiful, seharusnya Pemko Medan mampu memanfaatkan tekhnologi dalam menciptakan peluang dan pengembangan PAD lewat e-budgeting, e-katalog dan e-controlling.

“Ini perlu agar lebih terbuka serta kemudahan perencanaan, pengawasan, dan penggunaan APBD. Jika masih menggunakan cara lama, ada celah korupsi atau penyalahgunaan anggaran karena tidak transparan. Bahkan, sangat mungkin kebocoran-kebocoran PAD juga tidak bisa terdeteksi,” pungkasnya.

pasang iklan