Pemudik Tabrak Ibu Sendiri Hingga Tewas

Pemudik Tabrak Ibu Sendiri Hingga Tewas
Pemudik Kediri yang menabrak ibunya sendiri di Mojokerto menangis histeris.

Jakarta – Seorang pria bernama Agus Wahyudi (28) tidak sengaja menabrak ibunya sendiri, Masringah (47), saat mudik ke Kediri. Agus menangis histeris di lokasi kecelakaan saat mendapati ibunya tewas usai tertabrak motornya.

Dilansir dari detikJatim, Selasa (3/5/2022), tangis histeris Agus itu terlihat dalam video berdurasi 30 detik. Agus tampak duduk di jalan aspal persis di sebelah kanan jenazah Masringah yang tergeletak di lokasi kecelakaan. Sedangkan adiknya duduk di sisi kiri jenazah ibunya.

Kakak beradik ini menangis histeris melihat ibunya tergeletak tak bernyawa. Beberapa kali adik Agus mengumpat kepada pengemudi pikap warna putih yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut ini.

Setelah itu, mobil pikap pelat L itu pergi meninggalkan lokasi kecelakaan. Polisi pun membenarkan video tersebut.

“Iya, itu tadi kedua anak korban sempat menangis di lokasi kecelakaan,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto Iptu Wihandoko kepada detikJatim.

Wihandoko mengatakan, video itu direkam saat anggotanya belum tiba di lokasi kecelakaan. Sehingga, pengemudi pikap warna putih ini kabur. Identitas dari pengemudi pikap pun belum diketahui.

Agus Wahyudi (28) pemudik tidak sengaja menabrak ibunya sendiri hingga tewas di Jalan Nasional Desa Watesumpak, Trowulan, Mojokerto. Pemudik asal Desa Ringinsari, Kandat, Kabupaten Kediri itu pun menangis histeris di lokasi kecelakaan.

Tangis histeris Agus itu terlihat dalam video berdurasi 30 detik yang diperoleh detikJatim, Agus duduk di jalan aspal persis di sebelah kanan jenazah ibunya, Masringah (47) yang tergeletak di lokasi kecelakaan. Sedangkan adiknya duduk di sisi kiri jenazah ibunya.

Baca Juga :  Viral di Facebook, Oknum Dishub dan Ibu Kandung Aniaya Anaknya Hingga Babak Belur

Kakak beradik ini menangis histeris melihat ibunya tergeletak tak bernyawa. Beberapa kali adik Agus mengumpat pengemudi pikap warna putih yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut ini. Pikap pelat L itu berlalu meninggalkan lokasi kecelakaan.

“Iya, itu tadi kedua anak korban sempat menangis di lokasi kecelakaan,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto Iptu Wihandoko.

Saat video yang beredar tersebut direkam, lanjut Wihandoko, anggotanya belum tiba di lokasi kecelakaan. Sehingga pikap warna putih yang diduga menjadi penyebab kecelakaan ini berhasil kabur. Identitas pikap pun belum diketahui.

“Karena tidak ada saksi yang menyatakan ‘ini lo pak pikapnya’. Pemilik toko di sebelah lokasi kecelakaan tidak tahu,” terangnya.

Wihandoko menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki identitas pikap pelat L itu. “Untuk sementara kami belum tahu identitas pikap, masih kami cari di video tadi,” ujarnya.

Masringah tewas dalam kecelakaan beruntun melibatkan 3 sepeda motor di jalan nasional Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak. Ketiga sepeda motor melaju di jalur arteri dari timur ke barat atau dari arah Surabaya ke Jombang.

Paling depan sepeda motor Yamaha Vega nopol L 2261 U yang dikendarai Masringah seorang diri. Disusul sepeda motor Yamaha Vixion nopol AG 4089 ECA yang dikemudikan putra korban, Agus.

Saat itu, Agus membonceng adiknya. Satu keluarga ini dalam perjalanan mudik dari Surabaya ke Kediri. Sedangkan paling belakang sepeda motor Honda Supra Fit X nopol L 6201 AQ dikendarai Mukhtarom (48) seorang warga Desa Medali, Puri, Mojokerto.

Baca Juga :  Grebek Lapak Judi Dadu, 3 Pria di Labuhanbatu Selatan Diringkus

Sampai di jalan nasional Dusun Jatisumber sekitar pukul 07.30 WIB, Masringah yang kurang konsentrasi menyerempet mobil pikap di sisi kiri jalan. Saat itu, pikap tersebut berhenti di badan jalan sisi kiri.

Akibatnya, Masringah terjatuh ke sisi kanan jalan. Seketika ia tertabrak motor yang dikendarai putranya. Korban tewas seketika di lokasi kecelakaan karena luka parah di kepala.

“Kena tabrak sepeda motor anaknya. Ada bekas darah korban di sekok (shock atau suspensi) depan sepeda motor anaknya. Anaknya juga sudah mengakui,” tandas Wihandoko.

Tidak sampai di situ saja, giliran sepeda motor Yamaha Vixion yang dikemudikan Agus tertabrak sepeda motor Honda Supra Fit X yang melaju di belakangnya. Beruntung, Agus dan adiknya, serta pengendara Supra selamat.

Jenazah Masringah dievakuasi polisi yang dibantu relawan dan PMI Kabupaten Mojokerto ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. “Jenazah sudah dibawa pulang keluarganya siang tadi,” pungkasnya. (Detik)

pasang iklan