oleh

Penyaluran Program Sembako Berjalan Lancar Sesuai Protokol Covid 19

TEBINGTINGGI – Penyaluran Program sembako tahun 2020 di Kota Tebingtinggi khususnya di Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi berjalan lancar sesuai dengan petunjuk protokoler penangan Covid 19, program penyaluran dimulai tanggal 7-10 April 2020.

Penyaluran Program sembako tahun 2020 yang dilaksanakan diseluruh e warong yang ada di Tebingtinggi sebanyak 12 e warong tidak ada kendala, penerima bantuan sembako ini untuk keluarga penerima mamfaat dari program keluarga harapan (PKH) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kota Tebingtinggi berjumlah 8.629 KPM.

Dalam penyaluran bantuan sembako di e warong, masyarakat yang datang untuk mengambil sembako dengan menggunakan kartu kombo (ATM) khusus di himbau menggunakan masker, mencuci tangan sebelum melakukan transaksi dan menjaga jarak 1, 5 meter (Personal Distancing).

Sedangkan petugas e warong memberikan batas kepada KPM untuk mengatur jarak, petugas e warong harus menggunakan masker, sarung tangan dan menyemprot disifektan setiap satu jam sekali kelokasi KPM, petugas e warong juga dihimbau untuk mencuci tangan setiap 20 menit sekali menggunakan hand sanitijer.

Baca Juga :  Pedagang di Tebingtinggi Masih Merajai Trotoar

Untuk menghindari penumpukan orang, pihak e warong memberikan himbauan kepada ketua ketua kelompok di PKH untuk mengambilkan sembako milik anggotanya sehingga saat penyaluran sembako tidak ada pengumpulan orang yang besar.

Pendamping Program Sembako dari Kemensos RI Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Sopian mengatakan saat penyaluran program sembako bulan April tahun 2020 ini dimana KPM mendapatkan Rp 200.000 dan ini sudah dimulai dari bulan Maret 2020, program sebelumnya KPM hanya menerima Rp 150.000 per bulan.

“Terkait imbas covid 19 ini, Presiden RI, Pak Jokowi telah memberikan tambahan Rp 50.000 untuk program sembako bagi penerima PKH dan KKS di Indonesia. Jumlah yang diterima Rp 200.000 per KPM,” jelasnya.

Sedangkan dalam penyaluran, pendamping program sembako di e warong melibatkan Bahbinkamtibmas dari Kepolisian, Babinsa dari TNI, Lurah, Camat dan Kepala Lingkungan (Kepling) untuk memberikan sosialisasi kepada KPM yang datang akan bahaya penyebaran Covid 19.

“Kita berlakukan kepada KPM untuk tidak datang bergerombol, KPM harus menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum melakukan transaksi, terpenting dalam pemyaluran itu baik antara KPM dan KPM mengatur jarak 1,5 meter dengan cara antri,” jelasnya.

Baca Juga :  Polsek Rambutan Serahkan Bansos kepada Warga Miskin

Kepala Dinas Sosial Kota Tebingtinggi M Syah Irwan mengatakan akan terus berkoordinasi dengan pendamping (TKSK) agar memonitor penyaluran program sembako bulan April tang yang bertepatan dengan mewabahnya virus Covid 19.

“Kita terus melakukan kordinasi dengan pendamping sembako, diharapkan dalam waktu tiga hari sudah selesai. Untuk memperlancar penyaluran sembako tersebut pihak Dinas Sosial Kota Tebingtinggi juga berkordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI,” jelasnya.

Salah seorang penerima program sembako, Mila (64) mengaku saat terbantu dengan program pemerintah ini, karena imbas Covid 19 ini, dirinya takut bekerja sebagai buruh cuci dan tetap tinggal dirumah. “Terima kasih Pak Jokowi, dengan bantuan ini, kami bisa legah karena imbas Covid 19 sangat mengancam kami,” paparnya.

Dalam program sembako ini, KPM menerima sembako dalam bentuk barang seperti beras 10 kg, telur 14 butir, tempe ukuran besar 2 batang, buah pir, kacang hijau 1 kg, teri nasi 1/4 kg dan sayur wortel 1 kg. (TIM)

pasang iklan anda

Komentar

Berita Populer