oleh

Petani Mengeluh, Pupuk Subsidi Langka di Agen

-Daerah-19 views

TEBINGTINGGI – Sejumlah petani yang berada di Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai mengeluh, hal ini dikarenakan pupuk subsidi langka di sejumlah agen pertanian di wilayah Kecamatan Tebingtinggi.

Para petani sawah disana pada musim tanam sekarang ini harus mengeluarkan uang dua kali lipat untuk membeli pupuk, seharusnya pupuk yang dibeli subsidi dari pemerintah, kenyataannya petani terpaksa membeli pupuk non subsidi.

Uang yang dikeluarkan untuk membeli pupuk yang biasanya harga pupuk subsidi seperti ZA harga perkwintal Rp 90.000, kini petani membeli pupuk non subsidi ZA seharga Rp 135.000 perkwintal.

Sedangkan untuk pupuk urea subsidi perkwintal (ukuran 50 Kg) biasa harga Rp 100.000, kini harus dibeli pupuk non subsidi seharga Rp 255.000 perkwintal dan pupuk NPK jenis SP 36 biasanya subsidi harga Rp 110.000 kini harus dibeli perkwintal non subsidi Rp 300.000.

BACA JUGA:  Hilang 3 Hari Nelayan ini Ditemukan Tidak Bernyawa Lagi

Salah seorang kelompok tani, Suman Jaya (45), Rabu (4/12/2019) mengungkapkan bahwa dirinya harus mengeluarkan biaya besar untuk memupuk padinya hampir satu hektar dengan uang jutaan rupiah, hal ini tidak sebanding dengan harga jual gabah baru panen hanya Rp 4.600 perkg.

“Belum lagi untuk membeli racun serangga insektisida. Hampir semua mengalami kenaikan hampir mencapai 50 persen. Kami berharap kepada pemerintah untuk lebih peduli dengan nasib petani,” jelasnya.

Bukan itu saja yang dikeluhkan petani, untuk pengolahan lahan juga petani harus mengeluarkan uang jutaan rupiah. Suman mengaku harus turun tangan langsung ke sawah untuk mengerjakan tanaman padinya.

Menurut Suman, kelangkaan pupuk subsidi ini sudah terjadi satu bulan belakangan ini, tepat musim tanam padi pupuk subsidi menghilang di pemasok agen resmi yang ditunjuk oleh kelompok tani.

BACA JUGA:  Peringati Hari Ultah Desa Kedaton 2, Pemkab Lamtim Adakan Festival Budaya

“Kami sudah membuat RDKK para petani dengan jumlah luas tanah, tapi pupuk subsidi juga tidak ada,” keluhnya.

Ketika para petani bertanya kepada agen pemasok yang ditunjuk, ternyata mereka bilang sedang menunggu pupuk datang, tetapi hal itu sudah langka satu bulan lebih. (MP/Tim)

Loading...
loading...

Komentar

Berita Populer