Polsek Percut Seituan Hadiahi Timah Panas Tiga Pelaku Curas

  • Bagikan
Polsek Percut Seituan Hadiahi Timah Panas Tiga Pelaku Curas
Ketiga tersangka usai mendapat perawatan medis di RS Bhayangkara Medan yang ditembak kakinya karena melakukan perlawanan saat dilakukan pengembangan. (Jhonson Siahaan)

MEDAN – Ketiga tersangka ini, Bobby Handoko alias Bobby (25), warga Jalan Medan Batang Kuis Gang Surip, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Seituan, Andika alias Boncel (28), warga Jalan Sidomulya Pasar IX Gang Merak, Kecamatan Percut Seituan dan Eko Arianto (29), warga Jalan Pasar IX Gang Pipit, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Seituan, harus menahan sakit, Senin (06/12/2021). Pasalnya, ketiga tersangka pencurian dengan kekerasan (Curas) ini dihadiahi timah panas karena melakukan perlawanan saat ditangkap personil kepolisian Polsek Percut Seituan dan Unit Jatanras Dirkrimum Polda Sumut.

Informasi yang diperoleh, ketiga tersangka diamankan sesuai dengan laporan korbannya, Andhika Sandi Tama Putra (25), warga Komplek TNI-AU Karang Sari II, Medan Polonia.

“Barang bukti yang diamankan dari tangan ketiga tersangka yakni 1 unit sepeda motor Yamaha Mio BK 6438 ADG warna putih (yang digunakan tersangka untuk menjambret), 1 unit hp android merk Realmi C-25 (milik korban), uang sisa hasil penjualan sepeda motor Rp 155 ribu dan 1 buah pisau sangkur,” kata Kapolsek Percut Seituan, Kompol Muhammad Agusetiawan ST SIK.

Informasi yang diperoleh, kejadian berawal pada hari Rabu (01/12/2021) di Jalan Pasar IX depan Gang Seriti, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Seituan, dimana korban saat itu sedang mengantar pacarnya Yasmin pulang ke rumah. Saat ditengah perjalanan korban dengan pacarnya, tiba-tiba saja korban dihadang 5 orang pelaku dan langsung menendang korban sehingga korban terjatuh.

Baca Juga :  Wino di Tangkap Unit Reskrim Polsek Medan Baru Karena Menjambret

“Begitu korban terjatuh, lalu para tersangka langsung memukul korban pada bagian kening sehingga korban mengalami luka pada bagian pinggang, bahu kiri dan jari sebelah kiri,” ujar Muhammad Agusetiawan.

Menerima laporan korban, lalu personil Unit Reskrim Polsek Percut Seituan bersama personil Jatanras Dirkrimum Poldasu pun melakukan penyelidikan tentang pelaku melalui rekaman kamera CCTV yang ada disekitar lokasi kejadian. Lalu, pada hari Jumat (03/12/2021), personil gabungan Polsek Percut Seituan dan Polda Sumut mengetahui keberadaan salah seorang tersangka yakni Bobby Handoko, di Jalan Rukun, Desa Kolam, Kecamatan Percut Seituan.

“Personil pun melakukan pengembangan dan melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya Andhika alias Boncel sesuai dengan keterangan tersangka Bobby Handoko alias Bobby. Tersangka Andhika alias Boncel ditangkap dari warnet di Jalan Sidomulyo Pasar IX, Desa Sei Rotan dan langsung mengejar tersangka Eko Arianto alias Eko di Jalan Pasar IX Gang Pipit, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Seituan. Tersangka Eko Arianto ini ditangkap setelah dilakukan pengembangan terhadap tersangka Andhika alias Boncel ini,” beber Muhammad Agusetiawan.

Baca Juga :  Beromzet Puluhan Juta Perhari, Judi di Komplek MMTC Kebal Hukum

Usia diamankan, lalu ketiga tersangka pun dilakukan pemeriksaan dan ketiga tersangka mengaku melakukan begal tersebut dan sudah berencana sebelumnya. Dari informasi ketiga tersangka diperoleh informasi jika tersangka berjumlah 5 orang dan 2 orang lagi masih dilakukan pengejaran.

Pada saat dilakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengamankan dua tersangka lainnya, ketiga tersangka melakukan perlawanan. Setelah diberikan tembakan ke udara, namun, ketiga tersangka tidak mengindahkan tembakan peringatan tersebut sehingga dilakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki ketiga tersangka.

“Kaki ketiga tersangka terpaksa ditembak karena saat pengembangan, ketiga tersangka mencoba melarikan diri setelah sebelumnya diberikan tembakan peringatan ke udara,” tambah Muhammad Agusetiawan.

Para tersangka mempunyai peran masing-masing yakni Bobby Handoko alias Bobby berperan mengambil sepeda motor ; Andhika alias Boncel berperan merampas hp pacar korban ; Eko Arianto alias Eko berperan pura-pura bertanya dengan korban dan ikut membantu mengambil sepeda motor korban ; Tondi berperan melakukan penganiayaan terhadap korban (belum tertangkap) dan Abang alias Kembar berperan membantu Tondi ikut melakukan penganiayaan terhadap korban (belum tertangkap).

“Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun. Ketiga tersangka merupakan residivis dengan berbagai kasus,” ungkapnya.

Penulis : Jhonson Siahaan
Editor : Redaksi

  • Bagikan