Praktisi Hukum Angkat Suara Terkait Maraknya Begal di Kota Medan

Praktisi Hukum Angkat Suara Terkait Maraknya Begal di Kota Medan
Three One Gulo, S.H.,M.H., Praktisi Hukum pada Kantor Hukum Rahman, Yunan & Associate dan Direktur LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Keadilan Semesta Berencana.

Medan – Kasus perampasan harta benda milik orang lain yang terjadi dijalanan khususnya di Kota Medan dinilai kian hari semakin meningkat.

Hal tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat Kota Medan dan juga mengundang perhatian dari berbagai kalangan, salah satunya adalah Praktisi Hukum pada Kantor Hukum Rahman, Yunan & Associate Three One Gulo, S.H.,M.H., yang juga sekaligus sebagai Direktur LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Keadilan Semesta Berencana.

Three One saat di jumpai oleh wartawan media ini di kantornya yang beralamat di Komplek Amir Hamzah Lubis No.1 Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan, mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin dan sangat menyesalkan perbuatan para pelaku pembegalan yang telah meresahkan masyarakat khususnya di Kota Medan.

“Tindak kriminal perampasan hak orang lain yang di sertai dengan kekerasan atau pembegalan, yang telah sering terjadi di Kota Medan ini, tentunya kita sangat-sangat sesalkan bersama, di karenakan hal semacam ini akan membuat Kota Medan semakin tidak aman,” ujarnya kepada wartawan, Senin (19/12/22) pukul 10.00 WIB.

Advokat muda itu juga mengatakan bahwa salah satu hal yang melatarbelakangi para pelaku pembegalan adalah karena telah di pengaruhi oleh obat-obatan terlarang.

“Kita juga perlu tau bahwasanya para pelaku-pelaku pembegalan yang telah di tangkap oleh pihak Kepolisian, yang melatarbelakangi para pelaku melakukan pembegalan hampir semuanya adalah karena telah di pengaruhi oleh obat-obatan terlarang/Narkotika selain pengaruh ekonomi dan kebutuhan keluarga. Karena mereka yang tidak mempunyai uang lagi maka terpaksa mereka melakukan perampasan harta benda orang lain, yang pada akhirnya hasil dari perampasan mereka itu nantinya rata-rata di gunakan untuk membeli barang haram itu,” imbuhnya.

Menurutnya, bila diinginkan Kota Medan bebas dari para pembegal, maka hal utama yang akan di lakukan adalah Narkotika harus diberantas semaksimal mungkin.

“Karena rata-rata yang kita tau bahwa para pelaku pembegalan adalah orang-orang yang telah ketergantungan pada obat-obatan terlarang, maka supaya Kota Medan ini bebas dari tindak pidana pembegalan, maka hal yang harus dilakukan pertama kali adalah Narkotika harus di berantas semaksimal mungkin,” tegas Direktur LBH Keadilan Semesta Berencana tersebut.

Baca Juga :  Ngedarkan Sabu di Depan Mesjid, Buruh Bangunan Diringkus Ditemukan 3 Paket Sabu

Dalam hal meningkatkan keamanan Kota Medan, pihak Kepolisian juga harus meningkatkan Road Show atau patroli terutama di tempat-tempat sepi yang jarang di lalui orang. Karena menurutnya patroli Kepolisian selama ini masih belum maksimal dan terkesan hanya sebatas mengambil foto lapangan sebagai laporan ke Komandannya.

“Karna kita inginkan Kota Medan ini bebas dari para pembegal, maka Kepolisian harus benar-benar memaksimalkan kinerjanya dalam hal patroli di tempat-tempat yang sepi. Sebab yang kita tau selama ini, memang benar ada aparat yang patroli akan tetapi hanya sebatas keliling sebentar saja, kemudian ambil gambar di lapangan terus kirim ke Komandan sebagai laporan bahwa telah di lakukan patroli. Nah hal semacam ini tentunya terkesan tidak sungguh-sungguh dalam melakukan raod show atau patroli tersebut,” terangnya.

Kemudian, lanjut Three One, aparat penegak hukum juga harus melakukan sosialisasi terkait Undang-undang yang berlaku di Negara kita saat ini, agar masyarakat paham terhadap akibat hukum jikalau melakukan suatu tindak pidana. Oleh sebab itu dengan adanya sosialisasi tersebut maka masyarakat dan bahkan pelaku-pelaku kejahatan sadar akan hukum dan tidak melakukan suatu perbuatan melawan hukum.

Tambahnya, bagi para pelaku pembegalan yang telah di tangkap dan telah menjalani hukuman harus di berikan rehabilitas dalam hal mengubah pola pikirnya.

“Kita banyak tau bahwa para pelaku pembegalan ada banyak pelakunya adalah orang-orang residivis. Begitu keluar dari penjara mereka melakukan hal yang sama lagi. Oleh sebab itu ini menjadi salah satu tugas pihak terkait untuk melakukan rehabilitas pola pikir para pelaku kejahatan agar begitu mereka keluar dari lapas/penjara mereka dapat melakukan hal-hal positif dan tidak melakukan hal melawan hukum lagi serta takut kepada Tuhannya,” tutup Three One Gulo, S.H.,M.H.

Baca Juga :  Soal Lampu Pocong, Sekda Sebut Sudah 50 Persen Pengembalian Dari Total Lost Rp21 M

Sementara itu, salah satu warga Jalan Flamboyan, Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, bernama Edy Gultom mengatakan bahwa maraknya begal di Kota Medan telah membuat masyarakat resah dan takut keluar malam.

“Begal di Kota Medan ini semakin merajalela, dan jujur saja saya sebagai laki-laki saja takut keluar malam. Sementara kita ini kan kadang lapar di tengah malam, tapi dengan banyaknya kejadian pembegalan ini, saya dan keluarga takut keluar malam hari. Contohnya jangan jauh-jauhlah, baru-baru ini pun di Jalan Flamboyan ini aja kemarin kejadian pembegalan tehadap seorang perempuan. Nah karna kejadian-kejadian seperti itu, tak berani keluar malam,” ujar Edy Senin (19/12/22) Pukul 13.00 WIB.

Selanjutnya, Edy juga mengatakan dengan hal senada yang di sampaikan oleh Tree One, bahwa dirinya meminta dan berharap kepada pihak Kepolisian agar Kepolisian meningkatkan patroli di malam hari.

“Saya sebagai salah satu warga di Jalan Flamboyan ini, meminta dan sangat berharap kepada pihak Kepolisian agar di tingkatkan patroli-patroli malam hari terutama di tempat-tempat sepi agar tidak ada kesempatan bagi para pembagal untuk melakukan aksinya,” harap Edy Gultom. (MP/Yefi)

pasang iklan