oleh

Praktisi Hukum : Polsek Medan Labuhan Terkesan Tidak Serius Memberantas Narkoba

MEDAN UTARA – Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan dan Sat Reskrim Polsek Medan Labuhan Paparkan 10 tersangka pengguna narkoba jenis sabu-sabu di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (17/10/2019). 

Dalam 10 orang yang diamankan oleh Polsek Medan Labuhan masing-masing Supriadi (31) warga jalan kebun Rambung lingkungan V Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, M.Safii (34) Warga Gg Amal Lingkungan VII Kelurahan Martubung, Feri (31) warga jalan Rahmad Buddin Perumahan Swallow Indah Blok P-7 Kelurahan Terjun, Mei Hendri (43) warga jalan KL.Yos sudarso lingkungan 7 Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan dan Gugun (24) warga yang sama.

Dengan barang bukti berupa 1 Paket Shabu-shabu berat kotor 0.88 gram, 2 Pipa kaca berat kotor 2,26 gram,1 cup minuman mineral pada bagian bawahnya 2 lobang,1 dompet berisi 5 buah plastik klip dan 4 pipet runcing serta uang Rp 50.000.  

Sementara Satnarkoba Polres Pelabuhan Belawan mengamankan dua orang masing-masing Julius Simanjuntak warga lingkungan XI Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Dengan BB 1 plastik klip berisi shabu-shabu, 2 buah kaca pin bekas pakai shabu dan 1 alat hisab dan Samuel Anggiat Manurung warga jalan Jermal Raya lingkungan 14 Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan. Dengan BB 1 Paket shabu-shabu 0,14 gram.

BACA JUGA:  Dzulmi Eldin Enggan Berkomentar Saat Ditanya Maju Pilwalkot 2020

Dalam pemaparan ini, selaian para pelaku polisi juga menyita barang bukti berupa sabu, bong dan pipet plastik. Akan tetapi, dalam pemantauan hanya pemakai saja yang ditangkap. Sedangkan bandarnya diketahui tidak dilakukan penangkapan.

Menanggapi hal itu, Praktisi Hukum Sumatera Utara, Okto Benjamin Siregar,SH mengatakan Polsek Medan Labuhan terkesan tidak serius dalam memberantas penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya.

Betapa tidak, kata Okto Benjamin Siregar,SH, dalam penindakan narkoba yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Medan Labuhan di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan mengapa hanya pelaku pemakai saja diamankan. Semenatara bandarnya tidak.

“Sangat kita sayangkan hal itu. Mengapa hanya pemakai saja yang ditangkap, sedangkan bandarnya tidak. Ini kan ada kesan penanganan perkara tersebut ecek-ecek,” ucap Sekjen DPP Masyarakat Perduli Sumatera Utara (MPSU) ini.

BACA JUGA:  Viral di Medsos.!! Anak Durhaka Tega Memaki & Nyaris Pukul Ibu Kandung, Diduga Tidak Diberi Uang Untuk Beli Narkoba

Menurutnya, jika petugas Polsek Medan Labuhan melakukan penanganan penyalahgunaan narkotika dengan profesional, tidak mungkin hanya pemakai yang tertangkap, tentu bandar juga ikut dilakukan diamankan.

“Kalau mereka profesional, tidak hanya menangkap pemakai saja. Pasti bandar juga diamankan. Ini kan bukti bahwa Polsek Medan Labuhan ecek-ecek dalam penanganan Narkotika di wilayahnya,” tegasnya.

Dengan begitu, Pengacara berambut pirang ini meminta kepada Polres Belawan pimpinan AKBP Ikhwan untuk menidak serta melakukan penangkapan terhadap bandar Narkotika yang berada di wilayah hukumnya.

“Kita minta Kapolres Belawan memerintahkan jajarannya untuk menindak dan menangkap bandar Narkotika. Bukan hanya pemakai saja yang ditangkap.Tapi, bandar besar juga harus diamankan. Hal ini bertujuan untuk meminimalilisir peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Medan Utara,” tandasnya. (MP/Hen)

Loading...
loading...

Komentar

Berita Populer