PT IAA Targetkan Cetak 50 Ribu Ton Billet

PT IAA Targetkan Cetak 50 Ribu Ton Billet
Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso saat meninjau PT IAA di Kuala Tanjung didampingi sejumlah petinggi PT IAA.

Batubara – PT Indonesia Aluminium Alloy (PT IAA) merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor midstream dan downstream industri aluminium. Sebagai anak perusahaan dari PT Inalum, PT IAA akan memproduksi billet aluminium sekunder dengan kapasitas cetak sebesar 50.000 ton per tahun secara bertahap dan kedepan akan memproduksi berbagai produk aluminium ekstrusi sebagai produk turunannya.

“Bisnis aluminium sekunder ini merupakan salah satu strategi peningkatan kapasitas produksi PT Inalum sebagaimana amanah Perpres Nomor 3 Tahun 2016 mengenai Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional,” ungkap Direktur Utama PT IAA, Ricky Gunawan saat kegiatan Soft Commissioning Pabrik Peleburan Aluminium Daur Ulang, di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Sabtu (7/1/2023).

Ia mengatakan, sesuai dengan visi 2030, PT IAA telah menetapkan roadmap yang dibagi atas 3 tahap, yakni ; tahap penetrasi dimana target 50.000 ton akan dicapai pada semester kedua tahun 2024. Selanjutnya tahap penguatan dengan target masuk kedalam bisnis ekstrusi hingga tahun 2028. Serta terakhir tahap pengembangan dengan peningkatan kapasitas 70.000 ton dan masuk kedalam bisnis alloy hingga tahun 2030.

Baca Juga :  Festival Anak Sholeh Indonesia dan Pekan Seni Islam BKPRMI Dibuka

“Sebelum memulai operasi komersialnya, PT IAA melaksanakan pekerjaan revamping atas pabrik yang diakuisisi PT Inalum pada 2019. Pabrik tersebut sejak selesai konstruksinya pada tahun 1994 belum pernah dioperasikan sama sekali. Jadi sekitar 60 % lebih, mesin yang ada diperbaharui terutama sistem PLC-nya,” kata Ricky Gunawan.

Sementara, Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso menekankan soal aspek pengembangan pasar dan ketersediaan bahan baku.

“Kami berharap kapasitas ini dapat ditingkatkan semaksimal mungkin, tetapi jangan juga mengesampingkan aspek pengembangan pasar. kedepan selain memproduksi aloy, juga dapat memproduksi produk-produk turunan lainnya. Selain itu kemampuan kepemipinan dalam inovasi melalui suplai bahan baku yang bisa dilakukan dengan lebih optimal dengan menjaring potensi dan menggalang volume bahan baku yang mudah-mudahan dapat terus tersedia,” ujarnya. (MP/AP)

pasang iklan