Qomar : Dengan Kacamata Ketuhanan Saya Senang di Penjara

  • Bagikan
Saya Senang di Penjara

JAKARTA – Pelawak Nurul Qomar dieksekusi ke Lapas Kelas II Brebes atas kasus Surat Tanda Lulus (SKL) palsu. Qomar mengaku melihat kasus yang menjeratnya dengan kaca mata Ketuhanan. Ia mengaku senang hati.

“Saya hanya melihat dengan kaca mata transendental, kaca mata Ketuhanan, ada maksud lain Allah menggiring saya terus, yang penting senang hati. Hari ini saya senang hati,” kata Qomar di ruang tunggu Lapas Brebes, Jalan Slamet, Brebes, dilansir jitunews.com, Rabu (19/8).

Qomar menerima keputusan kasasi dan menjalani hukumannya. “Jadi saya hanya ingin membuat Tuhan tersenyum dengan apa yang saya lakukan. Saya terima keputusan ini, senang hati. Keluarga sudah establish mental dan mindsetnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perkara Gugatan Hak Waris Terus Bergulir Di PA Kabanjahe, Penerbitan AJB Diduga Ada Indikasi Rekayasa Oleh Ibu Tiri Zulkifli Purba

Qomar memiliki rencana untuk mengajukan peninjauan kembali (PK).”Ada (rencana ajukan PK),” katanya.

“Itu estafet, itu kan prosedur, itu kan peluang-peluang. Nanti Om Furqon (pengacara Qomar) mau mengajukan peninjauan kembali, ampunan atau grasi kepada bapak presiden ya to? Masih ada peluang, masih ada waktu,” jelasnya.

Nurul Qomar masuk penjara karena kasus penggunaan SKL S2 dan S3 palsu yang dilakukan ketika melamar sebagai rektor di Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes tahun 2017.

Kala itu Qomar divonis 1 tahun 5 bulan penjara di PN Brebes. Tak terima, Qomar mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. Namun, majelis hakim Pengadilan Tinggi memperberat hukuman menjadi dua tahun penjara. (MP/JN/Red)

  • Bagikan