oleh

Rapat Paripurna DPRD Penandatanganan KUA-PPAS RAPBD Kota Medan TA 2021

MEDAN – Plt. Walikota Medan, Akhyar Nasution, diwakili Sekda Kota Medan, menandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Kota Medan TA 2021

Penandatangan kesepakatan KUA-PPAS R-APBD 2021 ini dilakukan oleh pimpinan DPRD Kota Medan dalam rangkaian rapat paripurna DPRD Medan, yang dipimpin Ketua Hasyim, didampingi Wakil Ketua Ihwan Ritonga, Rajuddin Sagala, dan HT Bahrumsyah, Selasa (18/08/20) di Gedung DPRD Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis.

Rapat paripurna dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19, yakni dengan membatasi jumlah anggota dewan dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir mengikuti rapat paripurna.

Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, mengatakan, terkait dengan penyampaian rancangan KUA-PPAS R-APBD tahun 2021, Pemko Medan melalui tim anggaran pemerintah daerah bersama-sama dengan badan anggaran DPRD, telah membahas rancangan arah kebijakan umum APBD serta PPAS TA 2021.

Dikatakatan Sekda, pembahasan yang dilakukan telah sesuai dengan struktur belanja dan pendapatan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Baca Juga :  Wali Kota Medan Apresiasi IPEMI Perindah Taman

Dalam struktur baru sebagaimana yang ditetapkan dalam pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 30, ujar Sekda, disebutkan bahwa pendapatan daerah terdiri dari pendapatan asli daerah, pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

“Sedangkan untuk ketentuan belanja pada pasal 55 disebutkan belanja terdiri atas belanja tidak terduga dan belanja transfer,” ungkap Sekda.

Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan, imbuh Sekda, disepakati pendapatan daerah tahun 2021 diproyeksikan sebesar Rp 5,15 triliun lebih. Selanjutnya dari sisi belanja daerah tahun 2021 diproyeksikan sebesar Rp 5,30 triliun lebih.

Kemudian dari sisi pembiayaan, netto tahun 2021 sebesar Rp 150 miliar yang digunakan untuk mendukung belanja daerah.

Melalui formulasi anggaran yang disepakati tersebut, diharapkan APBD Kota Medan TA 2021, dapat menjadi stimulus percepatan dan perluasan pembangunan kota, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Dzulmi Eldin Enggan Berkomentar Saat Ditanya Maju Pilwalkot 2020

Sekda menambahkan, pemerintah pusat telah mencanangkan tahun 2021 sebagai tahun pemulihan ekonomi, dimana di tahun 2020 ini pertumbuhan ekonomi di hampir seluruh dunia termasuk di Kota Medan terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Kita semua juga berharap agar APBD tahun 2021 ini nantinya dapat kembali memulihkan pertumbuhan ekonomi yang terkoreksi akibat wabah Covid-19 di tahun 2020 ini,” harap Sekda.

Lebih lanjut Sekda juga mengungkapkan bahwa di tahun 2021 ini juga merupakan tahun terakhir dari periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan tahun 2016-2021.

Maka dari itu Sekda berharap APBD 2021 ini nantinya dapat tercapai semua target-target pembangunan yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Medan tahun 2016-2021 serta mampu berfungsi sebagai stimulus pembangunan kota.

Sekda menyampaikan bahwa penyusunan KUA PPAS tahun 2021 ini telah menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagaimana yang diamanatkan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah.

pasang iklan anda

Komentar

Berita Populer