Sidang Disiplin, 8 Personil Polsek Kutalimbaru Dimutasi, Penundaan Pendidikan dan Gaji Ditunda

  • Bagikan
Sidang Disiplin, 8 Personil Polsek Kutalimbaru Dimutasi, Penundaan Pendidikan dan Gaji Ditunda
Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji SH SIK MH. (Ist)

MEDAN – Sidang pelanggaran disiplin personil Polsek Kutalimbaru akhirnya selesai digelar, Kamis sore (11/11/2021). Sidang tersebut dilaksanakan di Aula Patriatama Mapolrestabes Medan. Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji SH SIK MH yang memimpin sidang disiplin mengatakan ada 3 sidang yang dijalani.

“Dalam sidang, yang pertama kita sidangkan itu adalah mantan Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru, Ipda Syafrizal ; lalu kedua penyidik pembantu yang memegang berkas dan yang ketiga ada 6 orang personil opsnal,” kata Irsan Sinuhaji.

Lanjut, tambah Irsan Sinuhaji, keenam personil Opsnal Polsek Kutalimbaru itu turut disidang karena melakukan penangkapan terhadap kasus yang viral kemarin. “Personil yang disidangkan 8 orang dimana kedelapan personil masing-masing beda berkas, karena sesuai dengan perannya masing-masing,” bebernya.

Disinggung mengenai hasil sidang, Irsan Sinuhaji mengatakan, untuk mantan Kanit Reskrim Kutalimbaru dan penyidiknya dijatuhi hukuman mutasi bersifat demosi dimana ia keluar pindah dan tidak menjabat lagi reserse di Kutalimbaru dan dipindahkan dari sana lalu penundaan pendidikan selama setahun serta penundaan gaji.

Baca Juga :  Komunitas Sedekah Jumat Sambangi Rumah Baca

“Untuk 6 orang personil opsnal diberi hukuman mutasi bersifat demosi, yakni dipindahkan dari polsek dan keluar dari reserse. Yang kedua, juga tunda pendidikan selama setahun dan yang terakhir yakni penempatan khusus selama 14 hari,” jelas Irsan Sinuhaji.

Irsan Sinuhaji menuturkan, 14 hari penempatan khusus itu adalah sebagaimana yang berlaku di kepolisian, setelah menjalani hukuman dimana keenam polisi itu menjalani proses pengawasan dari Si Propam Polrestabes Medan selama 6 bulan. “Usai itu, baru kita evaluasi ditempatkan dimana nantinya,” tegas Irsan Sinuhaji.

Terkait tindakan asusila yang dilakukan Bripka RHL terhadap korban MU, Irsan Sinuhaji menambahkan kasus tersebut sedang ditangani Propam Polda Sumut. “Untuk kasus pencabulannya, silahkan ditanya ke Propam Polda karena disini digelar sidang disiplin saja. Sebab, seperti itu peraturannya,” ucap Irsan Sinuhaji.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara Ke 73, Polres Pelabuhan Belawan Gelar Upacara & Pesta Rakyat

Ditanyai apakah ada sanksi pemecatan terhadap Bripka RHL yang disebut-sebut sudah banyak terjerat kasus, Irsan Sinuhaji menegaskan, bahwa itu merupakan hasil pemeriksaan dari Propam Polda Sumut. “Kita sifatnya menunggu keputusan hasil dari Polda, kalau memang unsurnya terpenuhi dia bisa dipecat,” sambung Irsan Sinuhaji.

Kedelapan personil Polsek Kutalimbaru yang disidangkan yakni Ipda S, Aiptu DR, Aipda SDB, Aipda HKR, Aiptu HG, Aipda SP dan Bripka RHL. Mereka terlibat pemerasan hingga pencabulan yang dilakukan Bripka RHL terhadap MU (19), yang saat itu sedang hamil. MU merupakan istri dari SM yang ditahan terkait kasus narkoba di Polsek Kutalimbaru.

Penulis : Jhonson Siahaan
Editor : Redaksi

  • Bagikan