Simak Tips OJK untuk Hindari Investasi Bodong

  • Bagikan

JAKARTA – Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing memberikan tips agar masyarakat bisa menghindari penipuan berkedok investasi.

“Kami terus memberikan edukasi dengan berbagai cara, baik sarana luar ruang dan beragam literasi keuangan lainnya yang tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat agar tidak tertipu investasi ilegal,” kata Tongam dalam sosialisasi dan diskusi Waspada Investasi dan Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan di OJK Aceh di Banda Aceh, Kamis (8/4). Berikut tips agar masyarakat bisa terhidari dari investasi bodong.

  1. Literasi keuangan. Menurut dia, literasi keuangan sangat penting disosialisasikan untuk melindungi masyarakat dari kerugian. Masyarakat pun diminta peduli dan mau mencari tau mengenai literasi keuangan itu. 2. Hindari pinjaman online
Baca Juga :  Ombudsman Zoom Meeting Bersama Kabaharkam Polri dan Kasatgas Covid-19, Ini yang Dibahas

Penyidikan Sektor Jasa Keuangan (DPJK) Otoritas Jasa Keuangan itu berpesan agar masyarakat jangan melakukan pinjaman online yang tidak memiliki legalitas. “Karena nantinya akan menjerumuskan nasabah terhadap pinjaman dan tagihan yang besar,” ungkap dia.

  1. Pinjam sesuai kebutuhan Jika terpaksa meminjam, lanjut Tongam, masyarakat harus bijaksana. “Ambil pinjaman sesai kebutuhan dan pilih lembaga keuangan yang memiliki izin dan usahakan jangan gunakan pinjamam daring terutama yang tidak memiliki izin,” ujar Tongam.
  2. Jangan biarkan pinjaman online bisa mengakses kontak kerabat Tongan mengingatkan, dalam peminjaman secara daring atau pun luring, masyarakat diminta jangan mengizinkan untuk mengakses nomor telpon kerabat dan teman.

“Mereka nantinya juga akan menghubungi nomor-nomor yang diberikan, jika nasabah menunggak. Kami sarankan sekali lagi manfaatkan fasilitas pembiayaan yang ada di perbankan seperti KUR dan jangan menggunakan pinjaman daring,” beber dia.
Sementara itu, penyidik Utama, Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan (DPJK) Otoritas Jasa Keuangan, Irjen Pol. Suharyono juga berpesan agar masyarakat dapat teliti dan berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. (mpc/jpnn)

  • Bagikan