oleh

SMSI Sumut Gelar Workshop, Dewan Pers : Wartawan Jangan Separuh Nyolong

-Headline-79 views

MEDAN – Serikat Media Siber Indonesia Sumatera Utara (SMSI Sumut) menggelar workshop tentang masa depan media digital, kode etik dan pedoman media siber. Acara tersebut di adakan di Gedung Bina Graha Provinsi Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (16/09/2020).

Hadir dalam kegiatan itu, Dewan Pers, Kominfo Sumut, Polda Sumut, Kodam I/BB, Gubernur Sumut, Ketua SMSI Sumut, Ketua PWI Sumut, dan seluruh anggota SMSI Sumut.

Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers Dewan Pers Ahmad Djauhar mengatakan mendirikan media itu harus benar-benar dari niat dan serta isi dari medianya bukan yang biasa-biasa saja.

“Terutama membuat media online, dalam mengisi berita jangan lakukan yang namanya spanyol alias separoh nyolong. Biasa di sebut di dunia digital plagiat (Copy paste). Ini harus di hindari dalam sebuah media,”ujarnya.

Dikatakannya, dalam memperoleh suatu informasi itu ada dua perbedaan yakni media sosial (Medsos) dan media pers. Kedua media ini masing-masing memiliki perbedaan, seperti medsos yang hanya biasa mendapatkan info. Sementara media pers merupakan penyaluran informasi terverifikasi dan mendidik masyarakat.

“Kalau medsos biasa hanya kita dapat info, sementara kalau media pers merupakan produk jurnalistik. Dimana sebelum di publish, berita harus di verifikasi kebenarannya. Serta medianya juga harus memiliki legalitas perusahaan seperti berbadan hukum. Dan alangkah baiknya bila sudah terverifikasi di Dewan Pers,”paparnya.

Baca Juga :  Woow..!! Sebanyak 73 Kg Sabu, 5.025 Butir Pil Ekstasi & 70 Kg Ganja Berhasil Digagalkan Tim Ditresnarkoba Poldasu, 1 Orang Ditembak Mati

Lanjutnya, apa bila sebuah media memiliki kanal media sosial seperti facebook, twitter, maka itu dilindungi undang-undang pers dan bagian dari media itu sendiri sepanjang ada penjelasan dalam media tersebut.

“Jadi, bila memiliki media sosial silahkan bagikan berita-berita yang terbit dari website itu sendiri. Tetapi diwajibkan nama media sosialnya sesuai dengan nama medianya dan bukan prifasi pribadi,”tandasnya.

Ketua SMSI Sumut, Zulfikar Tanjung dalam sambutannya menyampaikan, turut berterima kasih atas terselenggaranya Workshop Jurnalistik Digital tersebut. “Ini semua berkat kerja keras panitia dan dukungan semua pihak,” katanya.

“Semoga workshop ini bermanfaat bagi kita. Kemudian, Dewan Pers selama dua hari ke depan akan mem-verifikasi faktual 13 media online (siber) yang ada di Sumatera Utara,” sambung Zulfikar.

Ketua Panitia Workshop yang juga Sekretaris SMSI Sumut, Erris Julietta Napitupulu, turut memberikan sambutan dan laporan pertanggung-jawaban atas terselenggaranya Workshop Jurnalisme Digital ini.

“Workshop ini adalah pertama kali diselenggarakan oleh SMSI Sumut. Adapun tema yang kita ambil ini memang terkait dengan apa-apa yang dialami oleh pemilik media online yang banyak terjerat UU ITE,” kata Erris.

Baca Juga :  Bersumber APBD 2017, Puskesdes Desa Ujung Teran Tidak Difungsikan Ini Jawaban Kadis Kesehatan

Erris juga berharap, dengan adanya Workshop yang mengadirkan Dewan Pers dan Subdit Siber Poldasu agar pemilik media dapat lebih memahami hukum dan lebih profesional dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Sementara itu, Kepala Balitbang Provsu/Plt Kadis Kominfo Provsu, Ir. H. Irman Oemar M.Si mengatakan penelitian dan kajian-kajian yang ada dalam covid ini ada beberapa sektor peluang besar yang dua diantaranya media online dan usaha kesehatan.

“Jadi bercerita tentang masa depan, prospek media online atau yang berbau digital adalah sebagai peluang bisnis yang memiliki berpeluang besar. Jadi kawan-kawan media jangan terlena, silahkan manfaatkan waktu yang ada,”katanya.

Lanjutnya, upaya-upaya pemerintah provinsi memanfaatkan digital ini sudah dilakukan melalui program dan berbagai kegiatan. Termasuk didalamnya bagaimana media online dalam mendukung kinerja pemerintah.

“Gubernur Sumut berpesan kepada kita agar menyejukkan kinerja yang baik dalam situasi covid ini. Dan bahkan beliau berharap media dapat menunjang kinerja pemerintah provinsi sumatera utara khususny,”harapnya.

Dikatakannya, lebih lima puluh persen masyarakat dunia dan indoneisa menghabiskan waktunya memanfaatkan online ini. “Oleh karena itu, untuk rekan-rekan pers yang dimana medianya nantinya di verifikasi oleh Dewan Pers, manfaatkanlah waktu yang ada,”tandasnya. (MP/Rendy)

Hosting Unlimited Indonesia
loading...

Komentar

Berita Populer