Toto Sugiarto: Waspada Dengan Penipuan, Bank BRI Tidak Akan Tinggal Diam

Toto Sugiarto: Waspada Dengan Penipuan, Bank BRI Tidak Akan Tinggal Diam
Foto bersama Bank BRI dengan Dewan Pers, usai acara di gelar.

Medan – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menghimbau seluruh nasabah agar tetap waspada dengan penipuan yang sangat pesat di dunia digital seperti media sosial, link, WhatsApp, dan lainnya, dengan mengatasnamakan Bank BRI.

Toto Sugiarto Senior Manager – Fraudenvestigasion Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengatakan BRI Brimo memudahkan nasabah untuk bertransaksi kapan saja dan dimana saja. “Dalam aplikasi tersebut tersedia berbagai aplikasu seperti pengiriman/transfer, tarik tunai, qris, pengisian pulsa, ovo, dana, dan masih banyak kegunaan lainnya,” ujarnya di depan sejumlah wartawan dalam kegiatan kolaborasi Dewan Pers dengan Bank BRI, di HotelGrand Mercure, Medan, Sumut, Jumat (07/10/2022).

Dikatakannya, apa bila ada nasabah yang uangnya hilang atau scameng, akan di ganti oleh Bank BRI. “Namun, apa bila ada nasabah kena penipuan, maka itu bukan kewajiban Bank BRI. Sering ada kejadian penipuan berupa ada telpon berupa anda menerima uang dua ratus juta, namun anda wajib kirim seratus juta. Nah, macam ini adalah penipuan. Itu jangan pernah di gubris, karena BRI tidak pernah seeprti itu,” ucapnya.

Lanjut Toto, pihaknya menghimbau kepada seluruh nasabah BRI agar tetap waspada dengan penipuan. Karena penipuan mengatasnamakan BRI sangat pesat di media sosial. “Contoh saja, sering kita melihat akun sosial BRI yang palsu dengan menawarkan berbagai cara kepada seluruh masyarakat. Seperti, buruan dowload aplikasi Brimo, maka akan dapat hadiah yang besar. Nah, itu semua tidak benar, karena Bank BRI tidak pernah mengajak masyarakat dengan cara begituan. BRI hanya menyediakan aplikasi Brimo melalu playstore dan bukan dengan link yang tertuju di HP kita sendiri,” himbaunya.

Baca Juga :  DPRD Medan Harap Pemko Permudah Pengurusan KK Pasangan Nikah Siri

Salah satu yang wajib di jaga, lanjutnya, yakni harus menjaga username, kode pin, WhatsApp, link, mengizinkan aplikasi merekam media di handphone, mengizinkan log media dan panggilan, dan sms. “Apa bila pun ada penipuan yang tau kata sandi kita, namun kalau tidak ada kartu ATM, maka itu tidak akan keluar uang dari tabungan kita itu sendiri,” jelasnya.

Lanjutnya, dengan berbagai kejadian penipuan yang terjadi, Bank BRI tidak akan tinggal diam. Buktinya sudah banyak penipuan yang mengatasnamakan BRI di tangkap oleh kepolisian. “Untuk itu, waspadalah dengan penipuan. Mari bersama – sama menjaga tabungan kita di semua Bank. Jangan pernah izinkan orang lain untuk mengetahuinya,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Titis Nurdiana wakil pemimpin redaksi KONTAN dalam sambutannya mengatakan, saat ini, nasabah bisa membuka rekening tanpa harus melalui ke kantor BRI, hanya dengan cara membuka mendaftarkan melalui BRI Saveng. “Segera buka tabungan anda bersama BRI,” ajaknya.

Baca Juga :  Polisi Amankan Wanita Warga Lolomatua Pembuang Bayinya di Medan

Sementara itu, wakil ketua Dewan Pers, M. Agung Dharmajaya mengatakan mendirikan media online, boleh – boleh saja. Namun wajib mengikuti semua aturan – aturan yang telah di tetapkan. “Boleh saja buat medianya, namun wajib juga lihat tenaga kerja anda. Karena saat ini, media wajib bergantung dengan peraturan ketenagakerjaan,” katanya

Lanjutnya, jadilah wartawan itu yang handal profesional yang mengerti dan paham dengan apa yang di lakukan. “Jangan ngaku – ngaku wartawan kalau tidak tau tupoksimu. Karena wartawan itu wajib kompeten dalam membuat sebuah berita,” tegasnya. (MP/Rendi)

pasang iklan