Lapangan Merdeka Medan Direvitalisasi Rp497 Miliar, DPRD: Plafon Bocor hingga Eskalator dan Tenant Belum Tuntas

Medan – Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang dibiayai APBD Kota Medan melalui skema multiyears dengan nilai Rp497 miliar kembali menuai sorotan. Anggota Komisi IV DPRD Medan, Antonius Devolis Tumanggor, menyebut hasil pekerjaan di lapangan belum sebanding dengan besarnya anggaran, karena masih ditemukan sejumlah kerusakan dan fasilitas yang belum tuntas.

Sorotan itu disampaikan Antonius dalam Rapat Kerja evaluasi Triwulan IV Komisi IV DPRD Medan bersama Dinas Perkimcitaru, Senin (5/1/2026).

“Sudah sejauh mana sebenarnya pembangunan Lapangan Merdeka ini? Pemko terus mengucurkan dana, media juga ramai memberitakan, tapi sampai sekarang tidak ada solusi yang jelas,” tegas Antonius, Rabu (7/1/2026).

Politisi Partai NasDem itu mengaku turun langsung ke Lapangan Merdeka saat malam hari ketika hujan. Dari pantauannya, masih ada plafon bocor dan air masuk ke area bangunan.

“Saya lihat langsung plafon bocor, air masuk ke dalam. Lalu saat banjir besar 27 November 2025, drainasenya juga tidak terarah. Ini persoalan serius,” ujarnya.

Selain proyek Lapangan Merdeka, Antonius turut menyinggung persoalan banjir di Kota Medan yang dinilainya belum tertangani optimal. Ia juga menyoroti pembebasan lahan yang disebut masih menyisakan tunggakan pembayaran, sementara proyek pengendalian banjir seperti kolam retensi terus digenjot.

“Masih banyak warga yang lahannya belum dibayar, sementara wali kota gencar membangun kolam retensi. Pertanyaannya, bagaimana nasib warga yang rumahnya rusak akibat banjir? Apakah ada ganti rugi?” ucapnya.

Antonius mencontohkan kawasan tempat tinggalnya di Sei Agul yang menurutnya sempat terendam banjir hingga 1,5 meter. “Warga jadi korban, tapi solusi konkretnya mana,” katanya.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Perkimcitaru Kota Medan Jhon Ester Lase menyampaikan bahwa pembangunan Lapangan Merdeka pada prinsipnya telah selesai dan kini memasuki masa pemeliharaan. Ia menyebut ada keterlambatan pekerjaan yang berkaitan dengan banjir pada November 2025.

Baca Juga:  KPU Sumut Siap Laksanakan Pilkada serentak 2024

“Air masuk dari pintu depan, lalu lampu mati sehingga pompa tidak berfungsi. Tapi saat diperiksa, tidak ada masalah,” ujar Jhon Ester Lase. Ia menambahkan, ke depan hanya diperlukan penambahan pompa.

Namun jawaban itu dinilai belum menjawab kondisi di lapangan. Antonius kembali menegaskan masih ada sejumlah bagian yang belum tuntas dan fasilitas yang belum siap digunakan.

“Saya lihat sendiri, plafon masih bocor. Di belakang panggung belum selesai sampai bawah. Eskalator, kamar mandi, sampai tenant pedagang juga belum siap. Ini fakta, bukan asumsi,” tegasnya.

Proyek bernilai ratusan miliar tersebut kembali dipertanyakan DPRD, sekaligus menjadi perhatian publik: apakah revitalisasi Lapangan Merdeka benar-benar selesai di lapangan, atau hanya dinyatakan rampung di atas dokumen. (Rendi)