Pansus PAD Dinilai Strategis Perkuat Kemandirian Fiskal Pemko Medan

Medan – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Peningkatan PAD dan Penertiban Aset Daerah, El Barino Shah SH MH, menegaskan pentingnya pembentukan Pansus sebagai upaya memperkuat fungsi pengawasan DPRD dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan ke depan.

“Kami mengajak seluruh anggota DPRD Medan, tanpa memandang fraksi maupun komisi, untuk memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan Pansus ini sebagai bentuk komitmen bersama membangun pemerintahan yang bersih, kuat, dan berkeadilan,” ujar El Barino Shah, yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan.

Hal tersebut disampaikan El Barino saat menyampaikan penjelasan pengusul pembentukan Pansus Peningkatan PAD dan Penertiban Aset Daerah dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Medan, Senin (10/11/2025).

El Barino menjelaskan, pembentukan Pansus bertujuan melakukan kajian komprehensif terhadap kondisi aktual PAD dan aset daerah, serta menyusun rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan oleh Pemko Medan. Ia menegaskan, Pansus ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan langkah strategis dan politis DPRD untuk memperkuat kemandirian fiskal, meningkatkan efisiensi keuangan daerah, dan melindungi aset publik dari potensi penyimpangan.

“Kami mengajak seluruh anggota DPRD Kota Medan yang terbagi dalam empat komisi dan bermitra dengan banyak stakeholder untuk bersatu dalam dukungan dan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, fungsi pengawasan dan anggaran DPRD merupakan tugas konstitusional yang bersifat strategis dalam menjaga integritas tata kelola pemerintahan daerah, sebagaimana diamanatkan dalam aturan otonomi daerah.

Menurut El Barino, masih ada sejumlah persoalan yang menyebabkan belum optimalnya PAD Kota Medan, seperti basis data wajib pajak dan objek pajak yang belum terintegrasi antarsatuan perangkat daerah, potensi kebocoran dalam pemungutan akibat lemahnya pengawasan lapangan dan validasi laporan, serta belum maksimalnya penerapan sistem digitalisasi perpajakan daerah.