Medan  

Disdikbud Medan Gandeng SMSI, Bentengi Pelajar dari Bahaya Konten Negatif Media Sosial

Disdikbud Medan Gandeng SMSI, Bentengi Pelajar dari Bahaya Konten Negatif Media Sosial
Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Kota Medan, Prayogi (tengah) diabadikan bersama jajaran pengurus SMSI Medan usai beraudiensi pada Kamis (5/2/2026).

Medan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan menyatakan dukungan penuh terhadap program literasi dan edukasi Bijak Bermedsos yang digagas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Medan. Program ini bertujuan membekali pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) agar tidak terjerembab dalam arus distorsi informasi di media sosial pada era digital saat ini.

Dukungan tersebut terungkap dalam audiensi pengurus SMSI Kota Medan bersama jajaran Disdikbud Medan yang berlangsung di Aula Disdikbud Kota Medan, Jalan Pelita IV, Kamis (5/2/2026).

Hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Benny Sinomba Siregar, Kepala Bidang Pembinaan SMP Prayogi, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Tim Sejarah Tradisi Bidang Kebudayaan Andi Sitorus. Sementara dari jajaran pengurus SMSI Medan hadir Pran Hasibuan (Sekretaris), Zulfahmi (Bendahara), Muhammad Maskur (Wakil Sekretaris), Mega Sihombing (Ketua Bidang Pendidikan), dan Mei Leanda (Ketua Bidang Kerja Sama dan Usaha).

Sekretaris SMSI Medan, Pran Hasibuan, menjelaskan bahwa program Bijak Bermedsos merupakan salah satu program kerja prioritas SMSI Medan sejak dilantik pada tahun 2024. Program tersebut juga telah disampaikan langsung kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat audiensi di Balai Kota Medan pada tahun 2025 lalu.

“Program literasi dan edukasi pelajar bijak bermedsos mendapat dukungan penuh dari Bapak Wali Kota Medan. Bahkan beliau memberikan sejumlah masukan positif agar SMSI menggandeng OPD terkait dalam merealisasikan program ini,” ujar Pran.

Ketua Bidang Pendidikan SMSI Medan, Mega Sihombing, menambahkan bahwa program ini berangkat dari keresahan terhadap begitu bebasnya generasi muda, khususnya Gen Z dan generasi Alpha, mengakses informasi dari berbagai platform media sosial. Padahal, tidak semua konten layak dikonsumsi sesuai dengan usia dan kapasitas berpikir mereka.

Baca Juga:  KPU Medan Pastikan 3 Paslon Peserta Pilkada 2024 Sudah Lengkapi LHKPN

“Melalui safari ke sekolah-sekolah, dengan latar belakang kami sebagai praktisi media dan jurnalis, kami ingin memberikan pencerahan kepada anak-anak tentang penggunaan media sosial yang positif dan sehat. Ruang-ruang edukasi seperti inilah yang ingin kami hadirkan,” ucap Mega.

SMSI Medan pun berharap dukungan konkret dari Disdikbud Kota Medan agar program tersebut dapat segera direalisasikan. SMSI menegaskan komitmennya untuk turut menyukseskan program kerja Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, khususnya di bidang pendidikan.

“Kami menyadari bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan. Literasi dan edukasi bagi pelajar SD dan SMP menjadi sangat penting di tengah derasnya penggunaan gawai dan media sosial saat ini,” lanjut Mega.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kota Medan, Prayogi, menyatakan pihaknya menyambut baik dan siap mendukung penuh program literasi Bijak Bermedsos dari SMSI Medan.

“Program ini sejalan dengan visi Wali Kota Medan di bidang pendidikan, khususnya digitalisasi pendidikan berbasis smart class dan metaverse. Tentu kami sangat mendukung,” ujar Prayogi yang akrab disapa Yogi.

Menurutnya, pendidikan generasi bangsa tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kalau hanya Disdikbud yang bergerak, tentu tidak akan maksimal. Kehadiran SMSI Medan sebagai mitra strategis sangat kami harapkan untuk membantu mewujudkan generasi yang tidak hanya cerdas dan unggul, tetapi juga bermoral dan beretika dalam bermedia sosial,” pungkasnya. (Rendi)