Rico Waas Buka RKP 2026, Tegaskan Pemko Medan Tak Boleh ‘Business as Usual’: Kita Harus Lari Kencang!

Rico Waas Buka RKP 2026, Tegaskan Pemko Medan Tak Boleh ‘Business as Usual’: Kita Harus Lari Kencang!

Medan – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi membuka Rapat Kerja Pembangunan (RKP) Kota Medan Tahun 2026 bertema “Pulih Bersama, Bangkit Lebih Kuat, Bergerak Serentak Membangun Kota Medan” di Grand City Hall, Rabu (11/2/2026). Dalam arahannya, Rico Waas menegaskan bahwa RKP 2026 tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Di hadapan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, narasumber dari Badan SAR, BBWS II Medan, Komunitas Siaga Bencana, serta seluruh pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, direktur BUMD hingga kepala puskesmas se-Kota Medan, Rico menyampaikan pesan tegas kepada seluruh jajaran.

“Kalau kita masih mau biasa-biasa saja atau business as usual, mungkin tempat saudara-saudara bukan di sini. Kita harus lari kencang, bukan melempem,” tegas Rico Waas.

Menurutnya, pembangunan tahun 2026 harus menjadi momentum percepatan dan pembenahan menyeluruh, bukan sekadar pengulangan pola lama. Ia meminta seluruh perangkat daerah meninggalkan zona nyaman birokrasi dan bekerja solid sebagai satu tim.

Rico juga menyinggung banjir besar yang terjadi di akhir tahun 2025, di mana 19 dari 21 kecamatan di Kota Medan terdampak. Bencana tersebut tidak hanya merendam rumah dan fasilitas umum, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, bahkan menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa itu disebutnya sebagai alarm keras bahwa pembangunan kota tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan mitigasi bencana yang serius dan terencana.

“Kota yang kuat bukan hanya yang terus membangun, tetapi yang siap pulih saat bencana datang,” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat SOP kebencanaan, membangun sistem peringatan dini, menggelar simulasi rutin, membentuk relawan hingga tingkat kelurahan, serta memperkuat integrasi dengan BPBD dan Basarnas. Strategi tersebut juga harus mencakup skema evakuasi, logistik, layanan kesehatan, hingga penyediaan pangan bagi warga terdampak.

Baca Juga:  Banjir Rob Ancam Medan Utara, Wakil Ketua DPRD Minta Pemko Medan Siaga Penuh

Selain mitigasi bencana, Rico Waas turut menyoroti pelayanan dasar, khususnya sektor kesehatan dan pendidikan. Meski Universal Health Coverage (UHC) telah berjalan, ia menegaskan bahwa kualitas layanan harus terus ditingkatkan.

“Masyarakat butuh dilayani, bukan hanya dilayani secara administratif. Profesionalisme dan empati tenaga kesehatan adalah kuncinya,” ucapnya.

Ia menambahkan, kualitas rumah sakit dan puskesmas tidak hanya diukur dari fasilitas, tetapi juga dari kecepatan, ketepatan, dan sikap tenaga medis dalam menangani pasien.

Dalam hal infrastruktur, Rico menyoroti kondisi jalan dan trotoar yang masih banyak mengalami kerusakan. Ia menegaskan perbaikan jalan dan trotoar harus menjadi prioritas tahun ini demi mendukung wajah kota yang lebih tertata dan nyaman.

“Saya menginginkan jalan dan trotoar di tahun ini harus bagus. Dengan begitu tata Kota Medan akan semakin lebih baik,” imbuhnya.

Rico juga memastikan arah pembangunan Kota Medan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penataan kawasan perkotaan yang tertata dan berkelanjutan. Penataan kota harus menyentuh tata ruang ramah lingkungan, pengendalian banjir, penyediaan ruang publik, hingga pemerataan layanan dasar.

“Pembangunan harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Kota harus aman, sehat, dan nyaman,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Rico mendorong seluruh jajaran Pemko Medan untuk berani berinovasi dan menghasilkan karya pembangunan yang berkelanjutan.

“Karya yang dihasilkan untuk pembangunan ini merupakan prestasi milik rekan-rekan sekalian. Kalau kita bekerja dengan kualitas dan tanggung jawab, hasilnya akan menjadi kebanggaan Kota Medan di masa depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Medan, Ferry Ichsan, menyebut RKP 2026 sebagai puncak rangkaian proses perencanaan lintas sektor. Forum ini menjadi ruang konsolidasi agar setiap program benar-benar terfokus pada prioritas dan responsif terhadap tantangan kota.

Baca Juga:  Pansus DPRD Medan Godok Revisi Perda Kawasan Tanpa Rokok, Usia Pembeli Rokok Diusulkan Naik Jadi 21 Tahun!

“Perencanaan tidak boleh berhenti di atas kertas. Harus terimplementasi dengan baik dan terukur,” ujar Ferry. (Rendi)