Medan – Wisata arung jeram Sungai Bah Bolon menjadi salah satu daya tarik utama yang dipromosikan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) pada ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026. Kehadiran perahu (boat) arung jeram yang dipajang secara atraktif di Paviliun Sergai sukses mencuri perhatian ribuan pengunjung.
Tidak hanya menjadi ikon promosi wisata, perahu arung jeram tersebut juga menjelma sebagai salah satu spot foto favorit. Keunikannya bersanding dengan dekorasi bertema panen padi yang menghiasi sisi paviliun, menghadirkan nuansa wisata alam khas Serdang Bedagai.
Selama pelaksanaan PRSU, wisata arung jeram Bah Bolon menjadi destinasi yang paling banyak ditanyakan pengunjung.
“Setiap hari selalu ada pengunjung yang datang mencari informasi mengenai arung jeram Bah Bolon. Dalam sehari bisa sekitar lima hingga 30 orang yang bertanya,” ujar pemandu Paviliun Sergai, Dito Triwahyudi.
Ia menjelaskan, wisata arung jeram Bah Bolon memiliki dua titik keberangkatan, yakni dari Bumi Perkemahan Sipispis dan Desa Bartong, Kecamatan Sipispis.
Saat ini terdapat tiga operator yang melayani aktivitas arung jeram di kawasan tersebut, yaitu Sipispis Arung Jeram, Arung Jeram Bah Bolon, dan Ancol Rafting.
Menurut Dito, wisatawan dapat memilih dua paket pengarungan sesuai tingkat tantangan yang diinginkan.
Paket pendek berdurasi sekitar tiga jam dipatok dengan tarif Rp200 ribu per orang, sedangkan paket panjang selama enam jam dikenakan biaya Rp300 ribu per orang.
Seluruh paket sudah termasuk makan, air mineral, perlengkapan keselamatan, serta pendampingan oleh pemandu profesional selama pengarungan.
Bagi wisatawan yang ingin mengabadikan pengalaman secara lebih eksklusif, pengelola juga menyediakan paket dokumentasi foto dan video profesional dengan tarif berkisar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu.
Pada paket enam jam, peserta akan diajak menyusuri sejumlah destinasi alam yang memukau, seperti Air Terjun Sibusa-busa, Hujan Abadi, Air Terjun Bah Gula, dan Green Canyon.
Sementara pada paket tiga jam, wisatawan tetap dapat menikmati sensasi melintasi berbagai jeram dan spot menarik, di antaranya Sungai Cabang, Magic Wall, Batu Boru Majile, Jeram Siawak, Patahan, Jeram Rollercoaster, Batu Lompatan, Batu Kodok, hingga Jeram Simpo.
“Wisata ini melayani peserta perorangan maupun rombongan. Jika jumlah peserta belum memenuhi kuota, wisatawan akan digabung dengan peserta lain agar kegiatan tetap dapat dilaksanakan,” jelas Dito.
Untuk rombongan, kapasitas pelayanan mencapai sekitar 60 hingga 100 orang dalam satu sesi, sehingga cocok dijadikan lokasi kegiatan komunitas, sekolah, instansi pemerintah, maupun perusahaan.
Bagi wisatawan dari Kota Medan, perjalanan dapat ditempuh menuju Kota Tebing Tinggi menggunakan bus antarkota. Selanjutnya perjalanan menuju lokasi arung jeram di Kecamatan Sipispis disarankan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewaan karena belum tersedia angkutan umum hingga ke lokasi wisata.
Selain mempromosikan wisata arung jeram Bah Bolon, Paviliun Sergai juga memperkenalkan berbagai destinasi wisata alam lainnya, produk unggulan UMKM, serta potensi daerah sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.













