Medan – Guyuran hujan yang membasahi Kota Medan, Kamis (2/7/2026) malam, tidak mampu meredam semangat ribuan masyarakat dan delegasi dari seluruh Indonesia dalam gelaran Karnaval Nusantara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 bertajuk The Sparkling of Local Heroes and Culture.
Karnaval budaya yang melibatkan kontingen dari 98 kota se-Indonesia tersebut berlangsung meriah sepanjang rute Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani (Kawasan Kesawan), hingga berakhir di Lapangan Merdeka Medan. Meski hujan turun sejak awal acara, antusiasme masyarakat dan peserta justru semakin membara.
Tidak ada satu pun kontingen yang membatalkan penampilan. Ribuan warga pun tetap bertahan di sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan kekayaan tradisi, seni, dan identitas daerah dari seluruh penjuru Nusantara.
Karnaval diawali oleh kontingen Kota Semarang dan ditutup oleh penampilan Kota Banjarmasin serta Kota Medan sebagai tuan rumah. Sepanjang pelaksanaan, berbagai atraksi budaya, tarian tradisional, hingga kostum khas daerah berhasil memukau para penonton yang memadati kawasan pusat Kota Medan.
Sebagai bagian dari rangkaian Rakernas XVIII APEKSI, Karnaval Nusantara diselenggarakan sebagai wadah memperkenalkan keberagaman budaya daerah melalui kreativitas dalam menampilkan busana adat, seni pertunjukan, serta atraksi budaya yang merepresentasikan identitas masing-masing kota.
Beragam kostum yang ditampilkan tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap pertunjukan, tetapi juga menjadi medium ekspresi seni, sejarah, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kreativitas para peserta pun menjadi daya tarik tersendiri, mulai dari penggunaan bahan tradisional hingga rancangan artistik modern yang tetap mempertahankan nilai budaya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas tampil serasi mengenakan busana adat Melayu berwarna kuning. Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto hadir mengenakan busana adat Melayu berwarna hitam lengkap. Ketiganya menyambut satu per satu kontingen peserta yang menampilkan beragam atraksi budaya dari daerah masing-masing.
Usai menyaksikan seluruh rangkaian karnaval, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat seluruh peserta dan masyarakat yang tetap bertahan di tengah cuaca yang kurang bersahabat.
“Luar biasa. Kota-kota yang hadir membawa kontingen tidak ada yang pulang. Semuanya tetap mau tampil dan menunjukkan karya terbaiknya. Saya juga sangat mengapresiasi masyarakat yang meskipun hujan tetap bertahan untuk menyaksikan pertunjukan ini,” ujar Rico Waas.
Menurut Rico, semangat para peserta menjadi bukti nyata bahwa budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus diperjuangkan dan dilestarikan bersama.
“Kita melihat karya anak bangsa yang begitu luar biasa dan sangat layak untuk dipertontonkan di tingkat internasional. Kita harus terus berjuang untuk kebudayaan kita karena itu adalah komitmen bersama,” tegasnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Mantan Wali Kota Bogor tersebut mengaku terkesan dengan totalitas para peserta dan penyelenggaraan yang dilakukan Pemerintah Kota Medan sebagai tuan rumah Rakernas XVIII APEKSI.
“Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Wali Kota Medan yang telah menyuguhkan rangkaian acara yang sangat spektakuler. Walaupun hujan, seluruh peserta tidak bergeser sedikit pun dari posisinya masing-masing dan tetap menampilkan pertunjukan terbaik. Saya kagum, salut, dan sangat terpesona,” ujar Bima Arya.
Menurutnya, semangat para peserta yang tetap bertahan di tengah hujan mencerminkan kuatnya solidaritas dan kolaborasi antarkota di Indonesia.
“Ini menggambarkan semangat kolaborasi dan sinergi yang luar biasa di dalam APEKSI. Terima kasih kepada seluruh kota yang terlibat. Ini menjadi simbol bahwa kota-kota di Indonesia terus bergerak maju dan siap berkolaborasi dalam kondisi apa pun,” katanya.
Karnaval Nusantara Rakernas XVIII APEKSI 2026 ditutup dengan penampilan tarian kolosal yang dibawakan sekitar 300 penari anak, menghadirkan pertunjukan spektakuler yang memadukan unsur budaya, seni, dan kreativitas generasi muda Indonesia.
Selain dihadiri para wali kota peserta Rakernas XVIII APEKSI dari 98 kota se-Indonesia, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua APEKSI yang juga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Staf Ahli TP PKK Kota Medan Martinijal Zakiyuddin Harahap, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Di tengah guyuran hujan, Karnaval Nusantara APEKSI 2026 membuktikan bahwa semangat persatuan, kolaborasi, dan kecintaan terhadap budaya bangsa tetap menyala, menjadikan Kota Medan sebagai panggung kebudayaan Indonesia yang membanggakan.













