Oleh: Alpian
PT Inalum senantiasa menjaga dan merawat bumi untuk kelestarian lingkungan dan masa depan anak negeri, khususnya di kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba dan Kabupaten Batubara.
Inalum melaksanakan berbagai program konservasi melalui kegiatan penanaman pohon dan pembangunan pembibitan modern guna menjaga keseimbangan ekosistem dan neraca air di Danau Toba.
Kepala Grup Layanan Strategis PT Inalum Daniel JP Hutauruk menyebutkan bahwa sejak tahun 2018 sudah melaksanakan Program Penanaman Pohon di kawasan daerah tangkapan air Danau Toba sejak tahun 2018 seluas 400 hektar, tahun 2021 seluas 274 hektar, tahun 2022 seluas 260 hektar, tahun 2024 seluas 500 hektar, dan di tahun 2025 seluas 500 hektar,” ujar Daniel.
Corporate Secretary Inalum Mahyaruddin Ende menyebutkan, Dalam periode 2019-2023, Inalum bergerak aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati flora dan fauna di kawasan PLTA Paritohan dan Kawasan Danau Toba. Hal tersebut senada dengan visi TJSL Inalum dan Sustainability Pathway Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID).
Program-program ini dibentuk sebagai usaha Inalum dalam mewujudkan sustainability operasional yang ramah lingkungan. Perusahaan melakukan program tersebut dengan kolaborasi dan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat sehingga keberadaan Inalum dan lingkungan tetap bersanding sekaligus ketersediaan energi untuk operasional peleburan tetap terjaga.
Selain itu, Inalum juga melaksanakan program konservasi Danau Toba, program ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi Daerah Tangkapan Air Kawasan Danau Toba sebagai daerah penyangga ketersediaan dan kestabilan level air Danau Toba.
Tidak hanya menanam pohon, tetapi juga dilakukan pemeliharaan, monitoring dan evaluasi. Total pada tahun 2023 sebanyak 668.880 pohon telah tertanam yang terdiri dari 25 jenis spesies di lahan 1.436,8 hektar. Adapun pohon yang ditanam merupakan pohon buah-buahan berkayu dan hasil penanamannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga secara tidak langsung program ini melibatkan peran aktif masyarakat.
Kemudian, optimalisasi pembibitan pohon, program ini merupakan awal dari kegiatan penanaman pohon. Bibit tanaman yang sudah siap akan ditanam di sekitar lokasi perusahaan. Bibit tanaman juga dibagikan kepada masyarakat sekitar agar dapat dimanfaatkan. Tercatat telah melakukan pembibitan untuk 4.418 spesies di lahan 0.10 hektar, ujar Mahyaruddin Ende.
Di Kabupaten Batubara PT Inalum berupaya untuk mendorong program perbaikan lingkungan dan sosial bersama dengan kelompok masyarakat lokal, salah satunya adalah kegiatan konservasi mangrove yang turut dibantu oleh Kelompok Tani Cinta Mangrove (KTCM).
Inovasi sosial seperti konservasi mangrove ini selalu dilakukan dan dikembangkan karena sesuai dengan kebijakan lingkungan dan energi Inalum. Selain itu, terlibatnya masyarakat lokal seperti KTCM juga merupakan faktor terbesar dari keberhasilan program ini.
“Sebagai sebuah perusahaan yang berkomitmen untuk menghadirkan operasi perusahaan yang mengedepankan perlindungan lingkungan serta pencegahan pencemaran lingkungan, program konservasi mangrove ini perlu untuk selalu dipantau dan dikembangkan. Terutama dengan adanya bantuan dari masyarakat lokal yang sangat membantu berjalannya program ini yaitu KTCM, membuat program ini berhasil sesuai rencana dan pantas untuk diapresiasi,” ujar Mahyaruddin.
KTCM sendiri diketuai oleh Azizi yang bertempat tinggal di Gambus Laut dan Perupuk. Azizi mendapatkan sebutan “Local Hero Inalum” karena dedikasi yang beliau berikan terhadap Pantai Sejarah dan konservasi mangrove di pesisir Kabupaten Batubara. Local Hero Inalum adalah masyarakat di sekitar Perusahaan yang berperan penting dalam pemberdayaan ekonomi, lingkungan, dan sosial masyarakat, bersama sama dengan Perusahaan menjalankan program CSR yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat.
Sebutan tersebut pantas didapatkan oleh Azizi, hal tersebut dapat dilihat ketika kebanyakan orang tidak peduli bahkan menebangi pohon mangrove untuk dijadikan kayu bakar, ia memutuskan untuk terus melakukan penanaman dan pembibitan mangrove secara tradisional dan konsisten selama bertahun tahun. Saat ini terbukti kerja kerasnya membuahkan hasil dan diakui serta dianugerahi penghargaan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) dan menjadi rekan Inalum dalam mendapatkan anugerah PROPER EMAS 2022.
Berbagai program penghijauan dan rehabilitasi lahan juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Kegiatan penanaman pohon yang dilakukan secara berkala tidak hanya bertujuan meningkatkan tutupan hijau, tetapi juga mendukung penyerapan karbon dan menjaga kualitas lingkungan hidup bagi generasi mendatang. Semoga!













