Nias Selatan – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sepakat Desa Simaluaya meraih Juara Harapan II pada Lomba BUMDes Prestasi Terbaik Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara pada 15 Agustus 2024.
Kepala Desa Simaluaya, Alkhair Tanjung, kepada metropublik.com menjelaskan bahwa BUMDes Sepakat telah berdiri sejak 2017, namun sempat tidak aktif hingga tahun 2020. Kebijakan pemerintah pusat yang memprioritaskan Dana Desa untuk pengembangan BUMDes menjadi titik balik kebangkitan BUMDes tersebut.
“Pada tahun 2020 BUMDes Sepakat mulai kami bangkitkan kembali agar menjadi ikon desa dan sumber Pendapatan Asli Desa,” ujar Alkhair Tanjung, Senin (01/12/2025).
Sebagai Komisaris BUMDes, Alkhair menambahkan bahwa proses pembenahan dimulai pada 2021. Secara bertahap, BUMDes Sepakat kembali berjalan normal sejak 2022 hingga saat ini dan mampu menghasilkan pendapatan bagi desa.
BUMDes Sepakat juga telah memiliki modal tetap sebesar Rp 322.971.220 yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2021–2025 (Tahap I). Selain itu, BUMDes ini telah resmi mengantongi badan hukum dari Kemenkumham RI dengan Nomor AHU-01400.AH.01.33 Tahun 2024, diterbitkan pada 6 Juni 2024.
Ketua BUMDes Sepakat, Masnurin Tanjung (42), menjelaskan bahwa saat ini BUMDes mengelola tiga unit usaha, yaitu simpan pinjam, penjualan gas elpiji, dan depot air minum. Seluruh pengelolaan keuangan dilakukan secara transparan, dan seluruh transaksi wajib melalui rekening resmi BUMDes.
“Jasa administrasi simpan pinjam hanya 2% tanpa jaminan apa pun. Pinjaman juga hanya diperuntukkan bagi warga Desa Simaluaya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa salah satu faktor kelancaran usaha BUMDes adalah pengawasan yang konsisten dari Kepala Desa Simaluaya.
Sementara itu, salah satu warga, Azriman Duha (40) alias Ama Desri, mengaku sangat terbantu oleh program simpan pinjam BUMDes Sepakat.
“Bunganya ringan, tidak ada anggunan, dan prosesnya cepat. Saya pernah meminjam Rp 3 juta untuk modal usaha ayam potong. Sekarang usaha saya lancar, setiap bulan bisa produksi minimal 300 ekor,” ungkapnya.
Prestasi BUMDes Sepakat Simaluaya diharapkan menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Nias Selatan untuk memperkuat pengelolaan BUMDes dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. (P)













