Batubara – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program konservasi terpadu di kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi bersama Perum Jasa Tirta I (PJT I) dengan fokus pada konservasi air, penghijauan, serta pemberdayaan masyarakat di kawasan hulu Danau Toba.
Sepanjang 2025, Inalum telah merealisasikan pembangunan 10.000 lubang biopori, 500 unit sumur resapan, serta 15 sumur injeksi di sejumlah wilayah prioritas. Langkah ini bertujuan meningkatkan daya serap air tanah, mengurangi limpasan permukaan, dan menjaga ketersediaan air di kawasan hulu.
Selain itu, perusahaan juga melakukan penanaman pohon di lahan prioritas seluas lebih dari 1.400 hektare guna memperkuat tutupan vegetasi serta mencegah erosi.
Untuk mendukung rehabilitasi lingkungan jangka panjang, Inalum membangun tiga unit Kebun Bibit Rakyat berkapasitas 50.000 bibit per tahun dan Pembibitan Modern Paritohan berkapasitas 500.000 bibit per tahun.
Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan Inalum, Sunarno A. Rakino, mengatakan pelestarian Danau Toba membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
“Bagi Inalum, Danau Toba bukan sekadar bentang alam, tetapi sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang,” ujarnya, baru-baru ini.
Sunarno menambahkan, program konservasi tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Melalui langkah tersebut, Inalum menegaskan perannya dalam menjaga Danau Toba sebagai kawasan strategis nasional dan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). (Red)













