Asahan – Sebanyak 128 calon kepala desa (cakades) yang akan bertarung dalam Pilkades Serentak Kabupaten Asahan 2026 mendeklarasikan komitmen untuk menjaga pemilihan tetap aman dan damai. Para calon juga diminta menolak politik uang, provokasi hingga penyebaran hoaks.
Deklarasi Pilkades Damai tersebut digelar di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (1/9/2026). Pilkades serentak akan berlangsung di 43 desa yang tersebar di 18 kecamatan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Asahan Darwinsyah Lubis mengatakan deklarasi menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen seluruh calon dalam menjalankan kontestasi secara sehat dan demokratis.
Para calon kepala desa berkomitmen menaati peraturan perundang-undangan, saling menghormati, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh tahapan Pilkades.
Mereka juga berkomitmen menghindari provokasi, politik uang, manipulasi suara dan bentuk pelanggaran lainnya. Para calon diminta menghormati proses pemungutan dan penghitungan suara serta menerima hasil pemilihan yang sah sesuai ketentuan.
Komitmen tersebut, kata Darwinsyah, tidak boleh berhenti pada para calon. Tim kampanye, tim pemenangan, simpatisan dan pendukung masing-masing calon juga harus ikut menjaga suasana Pilkades tetap kondusif.
Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudhita meminta seluruh calon memiliki kesiapan mental menghadapi hasil pemilihan, baik menang maupun kalah.
“Calon yang menang harus mampu merangkul yang kalah. Begitu juga yang kalah harus siap menerima hasil dan mendukung calon yang memperoleh kemenangan,” pesannya.
Kapolres juga meminta para calon mengendalikan pendukung masing-masing agar tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Para calon diminta menjadi peneduh di tengah masyarakat. Mereka juga diingatkan menjauhi isu SARA, kampanye hitam serta tidak mudah terprovokasi informasi bohong atau hoaks.
“Jangan sampai perbedaan pilihan justru memecah persaudaraan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Kepada panitia Pilkades, Kapolres menekankan pentingnya menjaga netralitas agar seluruh tahapan pemilihan berjalan aman dan lancar.
Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra juga mengajak seluruh pihak menjaga persatuan selama proses Pilkades. Deklarasi damai tahun ini mengusung slogan “Pilihan Boleh Beda, Tetap Bersaudara” dan semboyan “SIAGAM” atau Partisipasi Asahan Gembira, Aman Memilih.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa dan bertanggung jawab.
“TNI akan terus bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Asahan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menegaskan Pilkades merupakan bentuk demokrasi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat desa.
Menurutnya, masyarakat diberikan kesempatan memilih pemimpin yang diharapkan mampu membawa desa menjadi lebih mandiri, maju, sejahtera dan bermartabat.
“Deklarasi damai bukan sekadar pembacaan naskah dan penandatanganan dokumen, tetapi harus menjadi komitmen moral seluruh calon kepala desa untuk menjaga kehormatan dan martabat proses pemilihan,” ujar Taufik.
Taufik meminta para calon berkompetisi secara sehat dengan menyampaikan visi, misi, gagasan dan program kepada masyarakat secara santun serta sesuai ketentuan.
Dia berharap seluruh tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Asahan 2026 berlangsung aman, tertib, lancar dan demokratis hingga menghasilkan kepala desa yang mampu membawa kemajuan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan tahapan yang disampaikan Dinas PMD Asahan, masa kampanye dijadwalkan berlangsung 29 September-1 Oktober 2026. Selanjutnya masa tenang berlangsung 2-6 Oktober 2026, sedangkan pemungutan dan penghitungan suara dijadwalkan pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Deklarasi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Asahan, jajaran Pemkab Asahan, camat se-Kabupaten Asahan, panitia pemilihan tingkat kabupaten hingga desa, BPD, kepala desa/penjabat kepala desa serta 128 calon kepala desa.













