Nias – Perkumpulan Konservasi Cagar Budaya Nga’oto Tuada Ho resmi menggelar Sidang Istimewa Forum Konservasi dan Deklarasi Pelestarian Situs Sejarah Makam Megalit Tuada Ho di Desa Lahemo, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Ratusan keturunan Tuada Ho dari berbagai marga turut hadir, di antaranya Waruwu, Gulo, Halawa dan Ndraha. Sejumlah keturunan dari Sauso Lama juga hadir, termasuk dari Marga Laoli, Zendrato dan Harefa.
Sidang istimewa membahas komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan situs sejarah sebagai bagian dari identitas Ono Niha. Sejumlah agenda yang dibahas meliputi pemugaran makam megalit, penataan kawasan situs, perbaikan akses jalan serta pengukuhan pengurus Perkumpulan Konservasi Cagar Budaya Nga’oto Tuada Ho.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan naskah deklarasi yang diwakili Dewan Pembina dan Penasehat, yang juga Ketua DPRD Kabupaten Nias, Sabayuti Gulo.
Dalam deklarasi tersebut, forum menyatakan berdirinya wadah konservasi cagar budaya Tuada Ho sebagai sarana pemersatu, pelindung dan pengikat persaudaraan keturunan Leluhur Tuada Ho di mana pun berada.
Forum juga menyatakan komitmen untuk melakukan konservasi, menjaga, merawat dan melindungi keaslian situs makam megalit Tuada Ho di Desa Lahemo dari berbagai bentuk kerusakan.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus menjaga sejarah dan identitas Ono Niha.
Selain itu, forum menyatakan dukungan terhadap proses hukum dan administrasi bersama pemerintah daerah untuk mendaftarkan dan menetapkan situs makam Tuada Ho sebagai cagar budaya resmi yang dilindungi undang-undang.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peresmian nama Jalan Tuada Ho yang membentang dari Jalan Nasional Hiliweto Gido, mulai Lolozarambua, Lahemo, Dekha, Lasara Siwalu Banua, Sisarahili Ma’u, Balodano, Sifaoro Asi, Hili Falawu hingga Soliga menuju arah Jalan Provinsi Nias Tengah.
Acara juga dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Tuada Ho sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas sejarah dan penghormatan terhadap leluhur.













