Paluta – Sebanyak 500 anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira dari berbagai SMA/SMK sederajat di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mengikuti pelantikan dan latihan gabungan (Latgab) PMR Wira yang digelar di Kompleks SMK Tondini Nusantara, Kecamatan Padang Bolak, Jumat-Sabtu (30-31/10/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam Perkemahan Jumat-Satu tersebut resmi dibuka Ketua PMI Kabupaten Paluta, H. Tohong Pangondian Harahap, Jumat (30/10) sore di lapangan utama SMK Tondini Nusantara.
Dalam sambutannya, Tohong mengaku bangga melihat para pelajar yang sejak dini memilih bergabung dalam organisasi kepalangmerahan dan mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan.
“Selamat datang dan bergabung, adik-adik. Kakak kagum dan bangga karena di usia kalian sudah ikut bergabung di PMR. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap anggota PMR dapat mengembangkan kapasitas, keterampilan, dan sikap positif sesuai Tri Bakti PMR dengan ceria, cerdas, dan bersahabat,” ujar Tohong.
Ia mengatakan, keikutsertaan ratusan anggota PMR dari berbagai sekolah menunjukkan semangat kepalangmerahan di Paluta terus berkembang. PMR juga diharapkan menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap sesama.
“PMR bukan kaleng-kaleng. Dengan begitu, kita bisa mengenalkan sekaligus membangun semangat kemanusiaan yang lebih luas di masing-masing sekolah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Seri Mawarni Harahap mengatakan kegiatan pelantikan dan latihan gabungan PMR tersebut berlangsung selama dua hari, 30-31 Oktober 2026, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai SMA/SMK sederajat di Paluta.
Menurut Seri, kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan Ketua PMI Paluta Tohong Pangondian Harahap dalam mengembangkan kepalangmerahan di setiap sekolah. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut juga terus meningkat setiap tahun.
“Pelantikan dan pelatihan PMR ini bentuk keseriusan Ketua PMI Paluta Kakanda Tohong P Harahap membumikan kepalangmerahan di setiap sekolah,” ujar Seri.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari gerakan kepalangmerahan, kepemimpinan, pertolongan pertama, sanitasi dan kesehatan, kesehatan remaja, hingga kesiapsiagaan bencana.
Latihan gabungan ini juga menjadi ajang memperkuat kolaborasi, empati, dan kepedulian antarpelajar lintas sekolah dalam menjalankan misi kemanusiaan.













