Batubara – PT Inalum menyalurkan bantuan senilai Rp252 juta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain bantuan kebutuhan dasar, Inalum juga mengirim sembilan relawan untuk membantu penanganan warga di wilayah terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan pada Senin (7/9/2026) sebagai bentuk kepedulian Insan Inalum terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Aksi kemanusiaan itu berawal dari donasi sukarela Insan Inalum. Perusahaan kemudian menerapkan skema matching donation 1:1, yakni setiap Rp1 donasi dari karyawan ditambah Rp1 oleh perusahaan.
Dengan skema tersebut, total bantuan yang terkumpul mencapai Rp252 juta. Bantuan diwujudkan dalam bentuk 10 ton beras premium, 50 dus mi instan, 72 dus biskuit, 84 dus minuman isotonik dan 84 dus air mineral.
Tak hanya mengirim bantuan logistik, Inalum juga menerjunkan sembilan relawan yang tergabung dalam Inalum Relawan (I-Wan). Mereka berasal dari berbagai bidang kompetensi, termasuk tenaga medis dan personel keamanan.
Para relawan membantu mendistribusikan kebutuhan pokok, memberikan pemeriksaan kesehatan serta melakukan kegiatan trauma healing dan pendampingan bagi masyarakat terdampak.
Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian Insan Inalum yang diperkuat perusahaan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Bantuan ini berangkat dari kepedulian Insan Inalum yang ingin turut hadir bagi saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Perusahaan kemudian memperkuat semangat tersebut agar manfaat yang diberikan dapat semakin luas,” ujar Melati.
Menurutnya, kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui bantuan logistik, tetapi juga dengan kehadiran langsung untuk mendampingi masyarakat selama proses pemulihan.
“Bagi kami, kepedulian tidak berhenti pada bantuan yang disalurkan, tetapi juga bagaimana kita dapat hadir langsung, mendampingi masyarakat, dan membantu mereka melewati masa pemulihan,” katanya.
Bantuan Inalum diserahkan kepada Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan (OJLP) BNPB Brigjen TNI Hery Setiono di Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi NTT, Lanud Halim Perdanakusumah.
Hery mengapresiasi dukungan Inalum dalam penanganan bencana di NTT. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, BUMN, dunia usaha dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat respons terhadap bencana.
“Kami mengapresiasi dukungan dari Inalum. Kami sadar, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci utama untuk memperkuat respons bencana sekaligus mempercepat pemulihan warga yang terdampak,” ujar Hery.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Gempa tersebut juga memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir NTT dan diikuti rangkaian gempa susulan.
Inalum menyatakan bantuan dan pengerahan relawan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sekaligus mendukung masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar dan proses pemulihan pascabencana.













