Paluta – Kepedulian terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat mendorong Kepala Desa Batang Pane II menggagas pengadaan satu unit mobil ambulans melalui gerakan donasi dan swadaya masyarakat. Berkat dukungan para pengusaha dan masyarakat, gagasan tersebut kini berhasil diwujudkan dengan terkumpulnya dana donasi sebesar Rp103.700.000.
Kepala Desa Batang Pane II Slamet, Sabtu (07/11/2026) menceritakan tentang riwayat kisah dimana ide pengadaan ambulans berawal dari keinginannya menghadirkan fasilitas transportasi kesehatan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, khususnya ketika menghadapi kondisi darurat maupun keperluan berobat.
Untuk merealisasikan gagasan tersebut, dirinya menghubungi sejumlah pengusaha agar bersedia berpartisipasi melalui donasi sukarela.
Dalam salah satu pertemuannya dengan seorang pengusaha yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Kepala Desa mendapatkan dukungan penuh. Pengusaha tersebut bahkan menyatakan kesediaannya menanggung kekurangan biaya pembelian ambulans dari hasil donasi yang terkumpul.
“Silakan Pak Kades buka donasi. Berapa pun hasil yang terkumpul, apabila masih ada kekurangan untuk pembelian ambulans, nanti kekurangannya saya yang menutupi,” ujarnya.
Dukungan itu kemudian ditindaklanjuti dengan menggelar musyawarah bersama sejumlah pengusaha yang ada di Batang Pane II. Hasilnya, gagasan pengadaan ambulans mendapat sambutan positif dan dukungan bersama.
Setelah donasi dibuka selama satu minggu, hasil yang terkumpul ternyata sangat menggembirakan. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa pengadaan ambulans memang menjadi kebutuhan bersama.
“Ini menjadi bukti bahwa masyarakat sangat mendukung program tersebut. Mereka memahami bahwa keberadaan mobil ambulans sangat dibutuhkan untuk membantu pelayanan kesehatan warga,” ungkap Kepala Desa.
Setelah dana mulai terkumpul, proses pencarian kendaraan langsung dilakukan. Kendaraan yang awalnya masih berbentuk bus maupun mobil pribadi kemudian dipersiapkan untuk dimodifikasi melalui karoseri di Medan menjadi mobil ambulans dengan perlengkapan dan standar pelayanan medis.
Hingga saat ini, dana hasil donasi masyarakat telah mencapai Rp103.700.000. Meski masih terdapat kekurangan biaya, kekurangan tersebut telah mendapat komitmen tanggung jawab dari salah seorang pengusaha di Batang Pane II.
Gratis, Biaya Perawatan Ditanggung BUMDes
Hal menarik dari pengadaan ambulans ini adalah keterlibatan BUMDes Tran 82 Jaya dalam menjamin keberlanjutan operasional kendaraan tersebut.
Ambulans ini nantinya dapat digunakan masyarakat secara gratis. Gratis dalam arti masyarakat yang menggunakan ambulans hanya perlu menyediakan bahan bakar minyak (BBM) serta memberikan jasa kepada sopir.
Sementara itu, biaya perawatan kendaraan, penggantian oli, ban, perbaikan kerusakan, hingga kemungkinan kerusakan mesin akan menjadi tanggung jawab BUMDes Tran 82 Jaya melalui anggaran yang disiapkan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, keberadaan ambulans tidak hanya berhenti pada pengadaan kendaraan, tetapi juga dipastikan memiliki dukungan pembiayaan untuk operasional dan perawatannya ke depan.
Slamet: Ini Milik dan Hasil Swadaya Masyarakat
Sebagai bentuk penghargaan terhadap semangat kebersamaan dan partisipasi warga, ambulans tersebut diberi nama” AMBULANS SWADAYA MASYARAKAT BATANG PANE II.”
Kepala Desa menegaskan bahwa dirinya hanyalah penggerak yang mencetuskan ide, sementara keberhasilan pengadaan ambulans merupakan hasil kerja sama, kepedulian, dan swadaya seluruh masyarakat Batang Pane II.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Batang Pane II, para pengusaha, dan semua pihak yang telah mendukung pengadaan ambulans ini, baik melalui bantuan materi, pemikiran maupun tenaga,” ujarnya.
Ia berharap ambulans tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi ekonomi warga.
“Yang paling utama perlu diketahui, ambulans ini adalah hasil swadaya masyarakat Batang Pane II. Saya sebagai kepala desa hanya menjadi penggerak dan pencetus ide. Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita bersama,” tutupnya.
Kehadiran Ambulans Swadaya Masyarakat Batang Pane II diharapkan menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan mampu menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat.
Dukungan Perusahaan Turut Mewujudkan Ambulans
Selain dukungan masyarakat dan para pengusaha setempat, pengadaan Ambulans Swadaya Masyarakat Batang Pane II juga mendapat dukungan dan partisipasi dari pihak perusahaan, di antaranya PT Heksa dan PT PIS.
Kepala Desa Batang Pane II menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua perusahaan tersebut atas kepedulian dan kontribusinya dalam mendukung terwujudnya pengadaan mobil ambulans.
Meski besaran bantuan dari masing-masing perusahaan tidak dipublikasikan, partisipasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dari semangat kebersamaan dalam menghadirkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Heksa dan PT PIS atas partisipasi dan kepeduliannya. Semoga dukungan ini menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat besar bagi masyarakat Batang Pane II,” pungkasnya.













