Tapsel – Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 melaksanakan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan, sebagai bagian dari pembelajaran kepemimpinan strategis berbasis praktik lapangan.
Kegiatan yang berlangsung di Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (21/7/2026) tersebut diikuti Kelompok I dengan mengusung subtema “Kepemimpinan Adaptif untuk Transformasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Data guna Memperkuat Resiliensi Daerah.”
Visitasi ini menjadi wahana bagi para peserta untuk menghubungkan teori kepemimpinan dengan implementasi nyata penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam bidang penanggulangan bencana. Melalui observasi lapangan, dialog bersama pimpinan daerah dan perangkat organisasi, serta pengumpulan data secara komprehensif, peserta memperoleh gambaran langsung mengenai praktik kepemimpinan adaptif dalam membangun sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang efektif.
Kabupaten Tapanuli Selatan dipilih sebagai lokus pembelajaran karena memiliki karakteristik geografis yang kompleks dengan tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi dan geologi yang relatif tinggi. Kondisi tersebut menjadikan daerah ini sebagai laboratorium pembelajaran yang relevan untuk mengkaji strategi kepemimpinan dalam membangun ketangguhan daerah.
Selama visitasi, peserta melakukan identifikasi terhadap kondisi eksisting penyelenggaraan penanggulangan bencana, menganalisis berbagai tantangan yang dihadapi BPBD, menggali praktik-praktik terbaik (best practices), sekaligus mengidentifikasi keunggulan kompetitif organisasi.
Hasil observasi menunjukkan BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki sejumlah kekuatan, antara lain kelembagaan yang telah terbentuk dengan baik, komitmen pimpinan dalam penguatan mitigasi bencana, keberadaan posko strategis, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta komunikasi dan kolaborasi yang berjalan efektif.
Meski demikian, peserta juga mencatat sejumlah agenda strategis yang masih perlu diperkuat, seperti transformasi digital, pemutakhiran Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), pengembangan sistem peringatan dini (Early Warning System), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi kolaborasi Pentahelix.
Selain tantangan geografis, peserta juga menemukan sejumlah persoalan tata kelola yang memerlukan perhatian serius, di antaranya belum terintegrasinya sistem informasi kebencanaan, keterbatasan SDM, belum diperbaruinya Kajian Risiko Bencana secara berkala, keterbatasan anggaran, hingga perlunya penguatan koordinasi lintas sektor.
Berdasarkan hasil observasi dan analisis lapangan tersebut, Kelompok I merumuskan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat tata kelola penanggulangan bencana, meliputi pengembangan Sistem Informasi Kebencanaan Terintegrasi (SIKAT), pembaruan Kajian Risiko Bencana secara berkala, penguatan Early Warning System, pengembangan Desa Tangguh Bencana (DESTANA), serta optimalisasi kolaborasi Pentahelix sebagai fondasi pembangunan daerah yang tangguh terhadap bencana.
Visitasi Kepemimpinan Nasional ini tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran strategis untuk membentuk pemimpin birokrasi yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan mampu merumuskan solusi berbasis data terhadap berbagai persoalan publik.
Melalui pengalaman empiris tersebut, peserta diharapkan mampu menghadirkan inovasi kebijakan di instansi masing-masing sekaligus memperkuat kapasitas birokrasi dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya di bidang mitigasi dan penanggulangan bencana.
Pelaksanaan VKN ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Kelompok I PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 terdiri dari Andri Ridwan (Ketua), Subhan Fajri Harahap, M. Odi Anggia Batubara, Dr. Yulinda Elvi Nasution, Mhd. Aldy Ramadhan, Ade Sofianita, M. Agha Novrian, Rizki Marlina, Abu Kosim, Ady Putra Parlaungan, Albert Butar-butar, dan Hasrul Irfan, di bawah bimbingan Coach Dr. Drs. Surya Jaya, S.H., M.Pd.













