Rico Waas Sebut Medan Berpotensi Jadi Kota Metropolitan Berbasis Teknologi

Rico Waas Sebut Medan Berpotensi Jadi Kota Metropolitan Berbasis Teknologi

Medan – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyebut Kota Medan memiliki potensi besar menjadi kota metropolitan berbasis teknologi. Sebagai miniatur Indonesia dengan keberagaman masyarakatnya, Medan dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan berbagai program nasional berbasis inovasi.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Direktur Eksekutif/Sekretaris Dewan Pengurus APEKSI, Alwis Rustam, beserta jajaran pengurus Pijar Foundation di Balai Kota Medan, Rabu (13/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Rico Waas menjelaskan Kota Medan terus berkembang dengan berbagai potensi yang dimiliki sehingga penerapan inovasi dan teknologi sudah menjadi kebutuhan utama.

“Medan merupakan pintu gerbang bagian barat Indonesia, sehingga menjadi wilayah strategis dalam pembangunan program-program nasional,” ujarnya.

Menurut Rico Waas, sejumlah program strategis nasional saat ini juga diarahkan ke Kota Medan, di antaranya pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditargetkan mencapai 255 unit untuk menjangkau sekitar 700 ribu anak.

Selain itu, Kota Medan juga dipilih sebagai lokasi pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Eneri Listrik (PSEL) serta pengembangan sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT).

“Inovasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Kita bisa menyandingkannya dengan penerapan teknologi agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga menyoroti persoalan banjir yang masih menjadi tantangan di Kota Medan. Ia memetakan dua penyebab utama banjir, yakni banjir kiriman dari wilayah hulu dan banjir rob.

“Dengan kondisi seperti ini kita mendorong adanya self emergency atau kesiapsiagaan mandiri bagi masyarakat,” ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif/Sekretaris Dewan Pengurus APEKSI, Alwis Rustam, menyampaikan bahwa Kota Medan bersama Kota Malang telah dipilih sebagai kota percontohan program yang digagas Pijar Foundation.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Medan Akan Sidak PT Belawan Deli Chemical Industri Terkait Dugaan Izin Bermasalah

Sementara itu, Direktur Inovasi Pijar Foundation, Cynthia Krisanti, memaparkan sejumlah solusi inovatif yang akan dikembangkan di Kota Medan.

“Kami memiliki teknologi inovasi di sektor kesehatan, iklim, kebencanaan, lansia, hingga ketahanan pangan,” jelasnya.

Melalui integrasi teknologi pada berbagai program strategis tersebut, Kota Medan diharapkan tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga menjadi kota yang lebih tangguh, cerdas, dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat. (Rendi)