Medan – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengunjungi kantor PT Antar Lintas Sumatera (ALS) pasca kecelakaan maut Bus ALS nomor 346 BK 7778 DL di Kabupaten Musi Rawas Utara, Kamis (7/5/2026).
Dalam kunjungan di Aula Kantor PT ALS, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Bobby berdialog langsung dengan Direktur PT ALS, keluarga korban, pihak Organda, serta Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja
Sumatera Utara guna memastikan penanganan korban berjalan maksimal, mulai dari proses identifikasi hingga pemulangan ke kampung halaman masing-masing.
“Kami turut berduka sedalam-dalamnya. Saat ini yang dibutuhkan keluarga adalah kesabaran. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hadir untuk memastikan seluruh korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia, dapat ditangani dan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing,” ujar Bobby Nasution.
Ia mengatakan sejak malam kejadian pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkait proses evakuasi korban dari Muratara menuju daerah asal para korban.
Selain itu, Bobby menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi, termasuk pendataan manifest penumpang dan pengawasan kendaraan.
“Ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik perusahaan otobus maupun pemerintah daerah. Manifest penumpang sangat penting untuk memudahkan identifikasi korban dan penanganan saat terjadi musibah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga menaiki salah satu bus tujuan Medan–Yogyakarta untuk berbincang langsung dengan sopir dan penumpang. Ia mengingatkan para pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas.
Direktur PT ALS, Chandra Lubis, menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan bus ALS rute Medan–Semarang yang terjadi di Sumatera Selatan.
“Saat ini perwakilan ALS di Sumsel sudah turun ke lapangan dan juga memberikan bantuan berupa akomodasi bagi keluarga korban yang ingin menuju Sumsel,” ujarnya.
Menurut Chandra, total sementara korban meninggal dunia mencapai 16 orang, sementara sejumlah korban luka masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Sumsel.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi awal, kondisi jalan yang kurang baik diduga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan hingga bus mengambil jalur kanan sebelum bertabrakan dengan truk tangki minyak.
“Kami memastikan PT ALS akan bertanggung jawab terhadap keluarga korban dan santunan akan diberikan kepada para korban,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Utara, Nasjwin Andi Nurdin, memastikan seluruh penumpang mendapatkan jaminan santunan.
“Seluruh penumpang dijamin Jasa Raharja. Namun kami masih menunggu proses identifikasi karena kondisi korban terbakar sehingga membutuhkan waktu,” katanya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Organda Sumut, Haposan Sialagan, jajaran direksi PT ALS, serta sejumlah keluarga korban kecelakaan bus ALS. (Rendi)













