Langkah Pemerintah Kota Medan mempercepat perbaikan infrastruktur jalan layak diapresiasi. Di tengah keluhan masyarakat terhadap jalan rusak dan buruknya drainase, gerak cepat Dinas SDABMBK menunjukkan adanya keseriusan membenahi pelayanan publik.
Perbaikan Jalan Jala 20 di Medan Marelan menjadi sinyal positif bahwa persoalan infrastruktur mulai mendapat perhatian lebih konkret. Kehadiran Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam peninjauan lapangan juga memperlihatkan komitmen pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Namun, tantangan terbesar bukan sekadar memperbanyak titik perbaikan, melainkan memastikan kualitas pekerjaan bertahan dalam jangka panjang. Selama ini publik kerap menyaksikan pola tambal sulam: jalan diperbaiki, lalu kembali rusak dalam waktu singkat, terutama saat musim hujan.
Karena itu, pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada pendekatan jangka pendek atau sekadar mengejar target pekerjaan. Pemerintah harus memastikan standar pengerjaan, pengawasan proyek, dan sistem drainase berjalan terintegrasi. Tanpa itu, kerusakan jalan hanya akan terus berulang dan anggaran habis untuk pekerjaan yang sama.
Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait Jalan Veteran juga menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur membutuhkan kerja lintas kewenangan, bukan saling menunggu tanggung jawab.
Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya ingin melihat jalan ditambal atau pejabat turun ke lapangan. Yang dibutuhkan warga adalah infrastruktur yang aman, tahan lama, dan benar-benar mendukung aktivitas sehari-hari. Konsistensi itulah yang kini sedang diuji.













