ASAHAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan meresmikan Markaz Bina Ulama, pusat pembinaan khusus bagi para mualaf untuk memperdalam akidah, ibadah, dan akhlak Islam. Peresmian yang berlangsung di halaman Kantor MUI Asahan itu dihadiri Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., mewakili Bupati Asahan, bersama Ketua DPRD Asahan, perwakilan Dandim 0208/Asahan, perwakilan Kapolres Asahan, Ketua MUI, Ketua Imtaq, serta berbagai tamu undangan.
Ketua MUI Kabupaten Asahan, H. Salman Abdullah Tanjung, M.A., menyampaikan bahwa pendirian Markaz Bina Ulama merupakan komitmen MUI dalam menghadirkan pembinaan mualaf yang lebih profesional, terarah, dan berkelanjutan. Saat ini terdapat sekitar 30 mualaf yang mengikuti pembinaan aktif di MUI Asahan. Keberadaan markaz ini diharapkan mampu memperkuat peran MUI sebagai pusat edukasi Islam dan lembaga pendamping yang memberikan bimbingan keagamaan secara menyeluruh. Salman juga menegaskan bahwa MUI Asahan menjadi satu-satunya MUI di Sumatera Utara yang telah memiliki fasilitas pembinaan khusus bagi mualaf.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Asahan Rianto, mewakili Bupati Asahan, menyampaikan apresiasi dan selamat atas beroperasinya Markaz Bina Ulama. Pemerintah Kabupaten Asahan, katanya, memberikan dukungan penuh terhadap program-program MUI yang berorientasi pada penguatan pemahaman Islam yang moderat, inklusif, serta membimbing para mualaf agar lebih mantap dalam mempelajari ajaran agama.
Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan gedung Markaz Bina Ulama oleh Wakil Bupati Asahan, jajaran MUI, serta unsur Forkopimda. Dengan beroperasinya markaz ini, diharapkan pembinaan mualaf di Kabupaten Asahan semakin terstruktur, efektif, dan memberikan manfaat luas bagi umat.













