Medan – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan M. Agha Novrian, S.STP., M.Si., memaparkan Laporan Akhir Proyek Perubahan dalam Seminar Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 di Ruang Seminar BPSDM Provinsi Sumatera Utara, Rabu (23/9/2026).
Dalam seminar tersebut, Agha mempresentasikan gagasan strategis bertajuk Layanan Optimal Kolaborasi Ekstensifikasi Terpadu (LOKET) Pajak. Inovasi tersebut dirancang untuk memperkuat integrasi layanan perpajakan, memperluas basis penerimaan serta mengoptimalkan pendapatan daerah secara transparan dan akuntabel.
Di hadapan dewan penguji, mentor dan coach, Agha memaparkan tahapan proyek perubahan yang dijalankan, mulai dari identifikasi tantangan di lapangan, penyusunan strategi kolaborasi antarinstansi, pengembangan sistem hingga pencapaian yang dituangkan dalam laporan akhir.
Dalam pelatihan tersebut, mentor Agha adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Medan Dr. Drs. Citra Effendi Capah, M.S.P. Sementara coach yakni Dr. Hironymus Ghodang, M.Si., M.Psi. dan penguji seminar akhir Dr. Janry Haposan U.P. Simanungkalit, S.Si., M.Si., yang merupakan Kepala Kantor Regional VI BKN.
Sesi pendalaman materi berlangsung dinamis. Janry memberikan sejumlah pertanyaan dan masukan untuk menguji kelayakan, efektivitas serta keberlanjutan program eLoket Pajak.
Agha menjawab pertanyaan tersebut dengan memaparkan data dan penjelasan terkait pelaksanaan proyek perubahan yang disusunnya.
Usai mengikuti seluruh rangkaian seminar, Agha mengungkapkan rasa syukur atas proses yang dijalaninya selama mengikuti PKN Tingkat II. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pengalaman yang meningkatkan kapasitas kepemimpinan, baik secara personal maupun profesional.
“Selama mengikuti proses PKN II ini, banyak sekali hal yang meng-upgrade kapasitas diri saya, baik secara personal maupun profesional. Saya merasa menjadi jauh lebih cepat adaptif terhadap dinamika situasi di lapangan dan memiliki perencanaan kerja yang lebih matang serta terukur,” ujar Agha.
Ia mengatakan penyusunan eLoket Pajak juga memperluas pemahamannya mengenai pengembangan sistem digital di lingkungan instansi pemerintah.
“Melalui proyek ini, saya juga belajar untuk lebih mengenal dan memahami proses pembuatan aplikasi digital secara mendalam. Tidak hanya itu, daya analitis dan kewaspadaan saya dalam menyikapi berbagai permasalahan pelayanan publik maupun perpajakan daerah juga semakin terasah,” tambahnya.
Dengan selesainya pemaparan Laporan Akhir PKN Tingkat II Angkatan XII, program eLoket Pajak diharapkan dapat diimplementasikan secara optimal untuk mendukung transformasi digital pelayanan perpajakan di Kota Medan.
Sebelumnya, eLoket Pajak telah diluncurkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas didampingi Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Pj Sekretaris Daerah Erfin Fachrurrazi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Utara, Direktur Utama PT Bank Sumut, Kepala Bapenda Provinsi Sumatera Utara dan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Medan.
Berdasarkan keterangan dalam materi tersebut, peluncuran eLoket Pajak disebut berlangsung pada 8 September 2026. Inovasi ini merupakan langkah Pemko Medan mempercepat digitalisasi pelayanan sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak daerah.
eLoket Pajak dirancang sebagai layanan satu pintu secara digital yang membantu menyinkronkan data dari sejumlah instansi terkait, di antaranya DPMPTSP, BPN, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) serta Disdukcapil.













